adha panca wardanu

Beranda » Catatan yang Tertinggal » Ketukan Suara Hati

Ketukan Suara Hati

Statistik Blog

  • 326,570 hits

Fan Page

Arsip

Go Green Indonesia

go green indonesia!

Senandung rindu terpacu dalam dada menebarkan aroma kegelisahan yang tak tahu kemana akan ku cari obatnya. Jauh dari tiap sudut pandangku, terkadang ada serabut-serabut pikiran yang liar seperti kucing besar afrika yang siap berlari kencang melintasi padang rumput menerkam, mencakar mencabik dan mematikan tiap mangsanya. Darah-darah yang mengalir dalam tiap nadiku saling berebutan, berdesakan, menyebar ke seluruh tubuhku, jantungku terus memaksimalkan kerjanya untuk terus berdetak seperti waktu ke waktu yang terus berjalan yang menandakan bahwa kehidupan ini masih ada begitu juga jantung yang menjadi indicator eksitensi nyawa manusia. Angin yang membalut tubuh seakan tak lelah untuk menyelimuti ruang gelap yang ku tempati. Terkadang aku jengah dalam suasana gelap, aku bosan dengan segala kegelapan, aku risau dengan kemunafikan.

Otak dan hatiku berlari tak seiring meninggalkan keraguan yang tak dapat carikan jawaban yang tepat untuk menjawabnya. Lalu aku berusaha untuk mencari sebuah titik cahaya yang dapat menuntun aku keluar dalam ruang gelap dan sepi ini.

Jiwa-jiwa manusia yang tertawa dalam kebodohannya, berusaha tidak perduli dengan nasibnya yang tak menentu dalam titik persimpangan yang dapat dia lepas dari pilihan-pilihan hidup yang sulit. Aku tertawa dalam kegelapan. Semua terasa membosankan, menertawakan jiwa-jiwa kerdil yang tak percaya akan keindahan alam yang termaktub dalam sabda-sabda tuhan. Anomali yang terjadi dalam dunia ini hanyalah kepekaan alam yang terpaksa berkoar dalam ketikberdayaan merespon kerakusan manusia.

Hati gundah menghadapi tirani-tirani yang kokoh berdiri di depan mataku. Aku serasa kecil diantara besarnya genggaman kekuasaan yang tak berpihak. Kini aku berada diujung persimpangan yang aku pun tak tahu kemana harus melangkah. Lalu aku berjalan menelusuri lorong panjang yang gelap dan tak berujung, ku tatap tiap dinding lorong yang berhias ornament-oranamen tentang cerita anak manusia yang tak pernah menemukan jati dirinya dalam ke fanaan dunia.

Akhir sadarku, membuatku mengerti bahwa yang kualami adalah perjalanan yang panjang yang penuh jebakan yang siap menjerumuskan. Tak ada lagi yang bisa ku buat, kecuali tunduk pada aturan sang Khaliq. Biarlah aku terbenam dalam hingar bingarnya gemerlap dunia ini, asalkan aku dapat merasakan kasih sayangMU.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

RSS Catatan Dahlan Iskan

  • Setelah Istri Membawa Rezeki Scaffolding
    Senin, 27 Juni 2016 Hilangkan kebencian! Kata Mohed. Sekian puluh tahun kemudian, Mohed, yang waktu kecil dididik dengan penuh kebencian, memiliki lebih dari seratus perusahaan. Di seratus negara. Menarik: dia orang Syria. Suku Badui. Yang dulu hidup berpindah-pindah di padang pasir. Kini Mohed tinggal di Prancis Selatan. ”Itulah kunci sukses saya,” ujar Moh […]
  • Pengakuan dari Tangis dalam Pelukan
    Senin, 20 Jun 2016 Awalnya Donald Trump seperti mendapat senjata baru: seorang beragama Islam menembaki orang Amerika di sebuah nite club bernama Pulse di Orlando. Penembakan di Minggu dini hari itu membuat 49 orang tewas. Sangat mengejutkan sekaligus wow: terbesar dalam sejarah Amerika untuk sebuah penembakan yang dilakukan satu orang. Hanya dalam hitungan […]
  • Di Saat Ali Meninggal, Komedi Tidak Mati
    Senin, 13 Juni 2016 Muhammad Ali sudah pergi. Tapi, dia tidak pernah meninggal. Itulah kata penutup yang manis dari sambutan seorang komedian terkemuka Amerika Billy Crystal. Dia bukan hanya pemegang 33 award di bidang komedi, tapi juga dianggap adik sendiri oleh almarhum Ali. Jutaan orang menyaksikan secara live siaran tv acara besar di gedung basket … Baca […]
  • Tahun Lalu Berkunjung, Sekarang Melayat
    Minggu, 12 Juni 2016 Untuk menghadiri pemakaman jenazah Muhammad Ali di Louisville, kota terbesar di Negara Bagian Kentucky, saya harus mengendarai mobil ke arah timur selama 2,5 jam dari tempat tinggal sementara saya di kota kecil Evansville. Saya berangkat pukul 08.30 karena salat jenazah dilaksanakan pukul 12.00 tepat. Perjalanan lancar karena selama 2,5 […]
  • Humor Tinggi dan Marahnya Seorang Presiden Santun
    Senin, 6 Jun 2016 Presiden Obama kembali jadi pelawak. Di depan forum tahunan wartawan Washington bulan lalu, gelak tawa tidak habis-habisnya. Seperti setahun sebelumnya: setengah jam pidato tepuk tangannya lebih dari 70 kali. Salah satu sasaran humornya tentu para calon presiden. Setelah lama ngelawak dan ngerjain dua capres dari partainya sendiri, Bernie S […]
  • Kembali ke Kesukuan dengan Alat Keglobalan
    Senin, 30 Mei 2016 Kini ada banjir yang tidak mengenal musim: banjir informasi. Ada semangat yang terus kian tinggi: semangat membuat grup di media sosial. Itulah gejala baru pada zaman media elektronik sekarang ini. Ada baiknya, ada bahayanya. Dan yang pasti banyak repotnya. Dan sering low batt-nya. Hampir tiap minggu saya di-invite. Untuk dimasukkan satu … […]
  • Alat Vital Baru dengan Harga Bermiliar
    Senin, 23 Mei 2016 Sukses ini begitu penting di Amerika. Sukses uji coba transplan penis. Jadi salah satu berita terpenting. Sebab, begitu banyak tentara yang rusak kemaluannya di medan perang. Utamanya di Afghanistan, Iraq, dan sekitarnya. Mereka adalah orang-orang perkasa. Masih muda. Belia. Banyak yang baru 20 tahun. Kuat-kuatnya. Meski tidak mati, tanpa […]

RSS Catatan Pinggir

  • Origami
    Seorang penulis sejarah yang baik tahu bahwa ia seorang penggubah origami. Ia membangun sesuatu, sebuah struktur, dari bahan-bahan yang gampang melayang. Sebab bahan penyusunan sejarah sesungguhnya bagaikan kertas: ingatan. Ingatan tak pernah solid dan stabil; ingatan dengan mudah melayang tertiup. Seperti kertas, ketika ia menampakkan diri di depan kita, se […]
    anick
  • Batman
    Batman tak pernah satu. Maka ia tak berhenti. Apa yang disajikan Christopher Nolan sejak Batman Begins (2005) sampai dengan The Dark Knight Rises (2012) berbeda jauh dari asal-muasalnya, tokoh cerita bergambar karya Bob Kane dan Bill Finger dari tahun 1939. Bahkan tiap film dalam trilogi Nolan sebenarnya tak menampilkan sosok yang sama, meskipun Christian Ba […]
    anick
  • Kakawin
    Pada suatu hari, di taman paviliun istana, Marmmawati, permaisuri, menemukan sebait puisi di kelopak sekuntum bunga pudak. Terpesona, ia pun menyalinnya. Lalu ia cepat-cepat kembali ke kamar. Gerimis turun. Dalam kesendiriannya, ia baca sajak itu dengan setengah berbisik. Dan kesalahpahaman pun terjadi. Baginda Jayawikrama mendengar suara bisik itu ketika ia […]
    anick
  • Teeuw (1921-2012)
    Pada umur 26, Andries Teeuw naik kapal pos, mengarungi laut, melintasi Terusan Suez, dan sampai di pelabuhan Sabang. Itu tahun 1947. Perjalanan yang tak menjanjikan ketenteraman. Hanya dua tahun sebelumnya Indonesia menyatakan diri merdeka. Belanda, yang merasa dibangkang, kemudian mengirim pasukan untuk menaklukkannya kembali. Tapi Teeuw, kelahiran Gorinche […]
    anick
The Big DayFebruari 9th, 2012
The big day is here.

RSS Fakta News

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
%d blogger menyukai ini: