adha panca wardanu

Beranda » Lingkungan dan Ekologi Industri » Pertanian dan Perkebunan yang Berkelanjutan

Pertanian dan Perkebunan yang Berkelanjutan

Statistik Blog

  • 467,339 hits

Arsip

Go Green Indonesia

go green indonesia!
Iklan

Di banyak negara miskin, kerusakan lingkungan akibat pemanfaatan sumber daya yang dapat diperbaharui (pertanian, perkebunan dan hutan) bertambah dengan cepat. Hal ini disebabkan karena pada umumnya tumpuan negara-negara ini bertumpu pada kedua sektor ini, sebab kurang lebih 40 % dari kesempatan kerja di dunia dan 50 % dari aktiva dunia berkaitan dengan sektor ini. 

Dalam upaya manusia untuk memnuh kebutuhan pangannya, tanpa sadar manusia telah memberikan pengaruh dan dampak yang besar bagi lingkungannya. pengrusakan tanah muncul sebagai persoalan lingkungan tunggal yang paling serius di banyak negara berkembang sebagai dampak dari aktivitas pertanian. selain itu salah satu penyebab berkurangnya kawasan hutan dunia juga disebabkan oleh aktivitas pertanian yang berpindah-pindah. disebutkan juga bahwa bahan kimia pertanian semakin menjadi persoalan lingkungan di banyak negara berkembang, dan juga telah menjadi masalah gawat bagi kesehatan manusia. WHO mencatat bahwa 1,5 juta kecelakaan keracunan pestisida terjadi setiap tahunnya, dan sebagian besar berasal dari negara berkembang, yang sering tidak memiliki pelatihan dan peralatan yang dibutuhkan untuk melindungi peker

Bagaimana pun juga sektor pertanian tidak akan pernah kita pisahkan dalam kehidupan kita, setiap tahun, seiring dengan bertambahnya jumlah umat manusia, maka kebutuhan pangan pun turut meningkat. namun demikian, bukan berarti aktivitas pertanian yang dilakukan menjadi bisa menghalalkan segala cara untuk pemenuhan pangan tersebut, dan bukan berarti kawasan lindung kita terus meracuni lingkungan kita.

Boleh dikatakan tidak ada satu pun rumusan bantuan pada sektor ini yang sepenuhnya cocok dan telah dianggap bisa memecahkan segala bentuk persoalan di sektor pertanian dan kehutanan ini. pendekatan penyesuaian struktur dari bank dunia misalnya tidak memberikan bobot yang cukup bagi investasi disektor publik yang dibutuhkan untuk melindungi sumber daya di daerah pedesaan. sedangkan pendekatan teknologi nasional mengabaikan pertumbuhan penduduk pedesaan dan ketidakmampuan sebagian besar penduduk untuk terus melindungi sumber daya pedesaan dengan cara yang biasa. amatlah penting meningkatkan hasil pertanian dari tanah yang ” tahan” (resilien) untuk mengurangi beban pengolahan tanah yang rapuh.

Pemerintah akan memikul sebagian besar tanggung jawab untuk mendorong kemitraan antara petani dan peneliti, untuk mengembangkan program penyuluhan yang jauh lebih efektif, dan memastikan bahwa para petani mendapatkan bayaran hasil panen mereka dengan harga pasar dan memungkonknan perencanaan jangka panjang. dengan demikian, pemilihan tanah pertanian lestari, bahkan para petani daerah miskin pun dapat memproduksi hasil lebih dari cukup bagi penduduk yang makin banyak, dengan cara berkelanjutan.

Dewasa ini, di beberapa negara telah memasukan konsep pertanian berkelanjutan sebagai kebijakandi sektor pertaniannya, seperti dorongan untuk melakukan pertanian organik yang dilakukan di taiwan. konsep utama dari pertanian berkelanjutan ini mencoba melakukan upaya-upaya untuk melaksanakan empat tahapan utama :
– Integrated Pest Management (IPM), adalah upaya pengurangan pestisida dengan memanfaatkan predator alami sebagai pembasmi hama dan penyakit tanaman.
– Praktek-praktek manajemen laahn dan penggunaan lahan berdasarkan kandungan nutrisi lahan; hal yang dilakukan adalah seperti perotasian penggunaan lahan, dengan tujuan untuk menhindari terjadinya kehilangan unsur hara tertentu pada tanah.
– Seleksi tanaman yang berkelanjutan
_ Reformasi Ekonomi

Untuk bisa mewujudkan sebuah pertanian yang berkelanjutan tentu perlunya dorongan pemerintah untuk mensosialisasikan hal ini pada para petani, melalui penyuluhan dan bantuan yang tepat, misalnya pengawasan atas pemakaian bahan kimia secara berlebihan. Mengembangkan R & D sebagai upaya untuk mencari jalan menggantikan porsi bahan-bahan kimia tersebut sebagai zat gizi bagi tanaman.

Sumber :Surana T. Djajdiningrat dan Melia Famiola ( Kawasan INdustri Berwawasan Lingkungan)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

RSS Catatan Dahlan Iskan

  • Piala Dunia untuk Celeng
    Kamis, 12 Juli 2018 Oleh: Dahlan Iskan Celeng membawa durian runtuh: untuk pemerintah Thailand. Sejak melakukan kudeta militer tiga tahun lalu baru sekali ini dapat pujian internasional. Berhasil menangani pemain bola remaja yang tergabung dalam klub Babi Hutan. Alias Celeng. Sudah tiga tahun tidak ada kebebasan pers di sana. Tidak ada kebebasan bicara. Tida […]
  • Tim Celeng Happy Ending
    Rabu, 11 Juli 2018 Oleh: Dahlan Iskan Mulai besok 12 remaja pegunungan pedalaman Thailand ini sudah tidak akan dipanggil Celeng 1, Celeng 2, Celeng 3 sampai Celeng 12 lagi. Para remaja itu memang tergabung dalam klub sepakbola di desa mereka. Nama klubnya: Wild Boars. Alias babi hutan. Alias celeng. ”Celeng 2 sudah keluar dari mulut … Baca lebih lanjut → […]
  • Tim yang Sama untuk Gua yang Sama
    Selasa, 10 Juli 2018 Oleh: Dahlan Iskan Kenapa nama empat remaja itu dirahasiakan? Yang berhasil diselamatkan tahap satu itu? Dari jebakan gua Tham Luang, di pedalaman Thailand itu? Tentu karena yang sembilan lagi masih belum berhasil dikeluarkan. Agar tidak banyak pertanyaan: mengapa, mengapa, mengapa… Lebih seribu wartawan juga tidak bisa dapat bocoran. Me […]
  • Drama Remaja Dalam Gua
    Senin, 09 Juli 2018 Oleh: Dahlan Iskan Ini seperti kisah-kisah petualangan remaja ala Enid Blyton. Sejumlah anak remaja masuk gua. Terjebak di dalamnya. Berhari-hari. Orang tua mereka cemas. Pahlawan tidak segera datang. Tapi ini sungguhan. 12 remaja beneran ini sudah dua minggu terjebak dalam gua beneran. Terperangkap. Minggu kemarin lebih 1.000 wartawan be […]
  • Trend Baru: Bayar Bagasi Apa Lagi
    Minggu, 8 Juli 2018 Oleh: Dahlan Iskan Pelopornya: bandara Hongkong. Korbannya: bukan Anda. Sementara ini yang jadi korban adalah perusahaan penerbangan. Entahlah kalau airlines akan meneruskan beban baru ini kepada penumpang. Kelak. Meneruskan atau tidak mestinya saya tidak perlu peduli. Manajemen bandara Hongkong bikin beban baru: untuk bagasi. Satu bagasi […]
  • Serba Ada di Samarinda
    Sabtu, 07 Juli 2018 Oleh: Dahlan Iskan Saya video kamar VIP istri saya. Saya kirimkan ke teman saya. Yang di Singapura. Juga yang di Tiongkok. “Benarkah itu rumah sakit di Samarinda?,” ujar mereka. Keduanya pernah ke Samarinda. Hampir sepuluh tahun lalu. Saat Samarinda masih gelap: sering mati lampu. ”Kelihatannya lebih bagus dari kamar Anda di … Baca lebih […]
  • Perang Itu Dimulai Besok Pagi
    Jumat, 06 Juli 2018 Oleh: Dahlan Iskan Nanti malam. Ya. Nanti malam.Pukul 00.00. Perang itu harus dimulai. Sudah tidak ada lagi langkah mundur. Tidak sempat lagi negosiasi. Perang dagang Amerika-Tiongkok ini harus dimulai: Amerika mengenakan tarif masuk 25 persen. Untuk sejumlah barang Tiongkok yang diekspor ke sana. Terutama baja dan alumunium. Yang nilainy […]

RSS Catatan Pinggir

  • Origami
    Seorang penulis sejarah yang baik tahu bahwa ia seorang penggubah origami. Ia membangun sesuatu, sebuah struktur, dari bahan-bahan yang gampang melayang. Sebab bahan penyusunan sejarah sesungguhnya bagaikan kertas: ingatan. Ingatan tak pernah solid dan stabil; ingatan dengan mudah melayang tertiup. Seperti kertas, ketika ia menampakkan diri di depan kita, se […]
    anick
  • Batman
    Batman tak pernah satu. Maka ia tak berhenti. Apa yang disajikan Christopher Nolan sejak Batman Begins (2005) sampai dengan The Dark Knight Rises (2012) berbeda jauh dari asal-muasalnya, tokoh cerita bergambar karya Bob Kane dan Bill Finger dari tahun 1939. Bahkan tiap film dalam trilogi Nolan sebenarnya tak menampilkan sosok yang sama, meskipun Christian Ba […]
    anick
  • Kakawin
    Pada suatu hari, di taman paviliun istana, Marmmawati, permaisuri, menemukan sebait puisi di kelopak sekuntum bunga pudak. Terpesona, ia pun menyalinnya. Lalu ia cepat-cepat kembali ke kamar. Gerimis turun. Dalam kesendiriannya, ia baca sajak itu dengan setengah berbisik. Dan kesalahpahaman pun terjadi. Baginda Jayawikrama mendengar suara bisik itu ketika ia […]
    anick
  • Teeuw (1921-2012)
    Pada umur 26, Andries Teeuw naik kapal pos, mengarungi laut, melintasi Terusan Suez, dan sampai di pelabuhan Sabang. Itu tahun 1947. Perjalanan yang tak menjanjikan ketenteraman. Hanya dua tahun sebelumnya Indonesia menyatakan diri merdeka. Belanda, yang merasa dibangkang, kemudian mengirim pasukan untuk menaklukkannya kembali. Tapi Teeuw, kelahiran Gorinche […]
    anick
The Big DayFebruari 9th, 2012
The big day is here.

RSS Fakta News

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
%d blogger menyukai ini: