adha panca wardanu

Beranda » Rekayasa Proses Produk Pertanian » Jalan Terjal Menuju Industri Hilir Sawit

Jalan Terjal Menuju Industri Hilir Sawit

Statistik Blog

  • 326,570 hits

Fan Page

Arsip

Go Green Indonesia

go green indonesia!

Industri sawit sangat strategis dan berperan besar dalam perekonomian nasional. Indonesia memproduksi 47 persen dan Malaysia 39 persen dari minyak sawit dunia (Oil World, November 2010). Namun, industri hilir minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) kita kalah telak dari Malaysia. Ekspor produk hilir CPO Indonesia hanya 40%, sedang Malaysia mencapai 70% dari CPO yang dihasilkan.
Industri sawit nasional rentan terhadap gejolak harga CPO internasional. Petani sawit pun merasakan dampaknya. Karena itu, program pembangunan industri hilir sawit sangat strategis. Indonesia butuh tambahan 100 unit pabrik pengolahan sawit berkapasitas masing-masing 30 ton tandan buah segar (TBS) per jam (KONTAN, 3 Desember 2010). Berapa besar potensi sawit? Apa problemnya? Adakah korelasinya dengan kesejahteraan petani sawit?


Sejak dua tahun lalu minyak sawit telah menguasai pasar minyak nabati dunia. Pangsa pasarnya 27% pada 2008 menjadi 30% pada 2010. Produktivitas sawit mencapai 3 ton per hektare (ha) per tahun, jauh lebih tinggi dari kedelai sebesar 0,3 ton per ha per tahun. Biaya produksi minyak sawit sangat kompetitif.
Untuk keperluan pangan dan nutraseutikal, kelebihan minyak sawit ialah tinggi mikronutriannya, terutama karotenoid atau pro vitamin A (500-700 part per million atau ppm), tokoferol atau vitamin E (1000 ppm). Pengunaannya sangat luas. Di bidang pangan sebagai minyak goreng, shortening, margarin, pensubstitusi lemak coklat, dan sebagainya. Dalam industri oleokimia, minyak sawit digunakan untuk stearin, sabun, deterjen, pelumas, dan kosmetika. Belum lagi potensi pemanfaatan biji, sabut, tandan kosong, dan batang pohon sawit.
Meski Indonesia penghasil CPO terbesar, kebanyakan diekspor berbentuk CPO atau diolah menjadi minyak goreng. Perusahaan minyak goreng sibuk “mengelabuhi” konsumen. Proses produksinya diklaim “menghasilkan” produk mengandung asam lemak tak jenuh, beta-karoten, vitamin E, totrienol, dan asam lemak omega-9. Padahal komponen itu secara alami ada pada produksi minyak sawit. Bukankah lebih baik perusahaan meneliti produk turunan CPO yang nilainya lebih tinggi?.
Lambannya hilirisasi industri sawit nasional bukan hanya tanggung jawab perusahaan sawit. Banyak faktor yang berpengaruh.
Pertama, ketidakpastian hukum, tata ruang, dan perizinan pengembangan agroindustri nasional. Ini menyisakan masalah ketidakharmonisan antara pekebun sawit dengan masyarakat. Sengketa lahan masih terjadi. Jika tidak segera diselesaikan berpotensi menjadi bom waktu.
Kedua, lemahnya strategi pengembangan agroindustri dan kemampuan membangun industri hilir sawit. Regulasi pemerintah, komitmen lembaga pembiayaan, dan pelaku bisnis belum sinkron.
Ketiga, terbatasnya infrastruktur. Kondisi jalan di perkebunan, pabrik pengolahan, jalan raya menuju pelabuhan, bahkan pelabuhan timbun dan ekspor sawit masih sangat terbatas, terutama di Kalimantan. Ketersediaan energi listrik belum memadai. Ini pekerjaan besar pemerintah untuk percepatan industri hilir sawit.
Keempat, kurang tepatnya kultur teknis pemilihan lahan, penanaman, pemeliharaan, pemupukan, panen, dan pasca panen. Adopsi teknologi pemeliharaan tanaman masih rendah. Akibatnya rerata produktivitas sawit Indonesia hanya 2,5 ton per ha per tahun, sedang Malaysia mencapai sekitar 4 ton per ha per tahun.
Kelima, terdera isu lingkungan. Konversi hutan dan lahan gambut menjadi kebun sawit diduga mengakibatkan kerusakan hutan, erosi, dan biodiversity. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) lingkungan seperti Greenpeace gencar menuntut perkebunan kelapa sawit lestari. Akibatnya beberapa konsumen CPO menunda kontrak atau memutus pembelian. Lembaga keuangan internasional membatasi atau menghentikan pembiayaan sawit di Indonesia.
Keenam, minimnya jumlah dan pemanfaatan hasil riset minyak sawit dan turunannya oleh pengusaha. Mereka lebih tertarik investasi di perkebunan sawit karena hasilnya dapat diperoleh jangka pendek. Informasi komprehenship untuk mengokohkan strategi pengembangan industri sawit dari hulu hingga hilir belum digali.
Mewujudkan industri hilir
Jalan terjal pembangunan industri hilir sawit mutlak dilalui. Kita tak boleh puas sebagai penghasil CPO terbesar. Dengan membangun industri hilir akan membawa kesejahteran petani sawit dan masyarakat Indonesia. Perlu terobosan kebijakan dan teknis implementatif dari seluruh stakeholder.
Pertama, pemerintah perlu memberikan insentif bagi investor pengembang industri hilir sawit, misalnya melalui keringanan pajak. Insentif ini juga diberikan pada produsen CPO yang melakukan research and development untuk mempercepat pembangunan industri hilir sawit. Dengan tahapan yang jelas, pemerintah mutlak membangun infrastruktur pendukung. Aliansi strategis dengan Malaysia penting untuk menangkal isu negatif industri sawit dan persaingan dagang dengan minyak nabati lainnya. Hal ini mencairkan hubungan pengusaha dengan konsumen dan perbankan.
Kedua, perusahaan sawit perlu merespon tuntutan konsumen dengan standardisai mutu produk dan kelestraian lingkungan. Riset pendukung perkebunan, produksi CPO, dan industri hilir sawit mutlak dijalankan. Ini akan meningkatkan produktivitas kebun sawit, mengefisienkan proses produksi CPO dan industri hilir sawit. Integrasi vertikal perlu diprogramkan dengan baik. Program sosial di sekitar perkebunan dan industri sawit akan menciptakan kemitraan dengan masyarakat. Karakter perusahaan perkebunan profesional, seperti fleksibel, bervisi global, didorong inovasi, mampu bersaing sangat ketat, transparan, dan ramah lingkungan mutlak menjadi budaya perusahaan.
Ketiga, stakeholder lainnya, seperti berbagai asosiasi bidang kelapa sawit nasional dapat bersatu padu berperan timbal balik dengan perusahaan sawit dan pemerintah. Pengembangan riset percepatan pembangunan industri hilir sawit dan upaya menangkal tuduhan negatif industri sawit perlu didukung bukti ilmiah.
Konsep pembangunan berkelanjutan dan ramah lingkungan mutlak menjadi matra pengambilan kebijakan pembangunan industri hilir sawit. Sebagai salah satu pelaku bisnis, petani sawit tidak boleh diposisikan sebagai pemasok TBS murah. Selayaknya mereka ikut menikmati keberhasilan pengembangan industri hilir kelapa sawit Indonesia dengan profit sharing yang memadai. [cip/nok].

Sumber: Opini Sucipto, STP, MP
Dosen dan Peneliti Teknologi Industri Pertanian FTP-UB di Harian Kontan Jum’at (10/12/2010)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

RSS Catatan Dahlan Iskan

  • Setelah Istri Membawa Rezeki Scaffolding
    Senin, 27 Juni 2016 Hilangkan kebencian! Kata Mohed. Sekian puluh tahun kemudian, Mohed, yang waktu kecil dididik dengan penuh kebencian, memiliki lebih dari seratus perusahaan. Di seratus negara. Menarik: dia orang Syria. Suku Badui. Yang dulu hidup berpindah-pindah di padang pasir. Kini Mohed tinggal di Prancis Selatan. ”Itulah kunci sukses saya,” ujar Moh […]
  • Pengakuan dari Tangis dalam Pelukan
    Senin, 20 Jun 2016 Awalnya Donald Trump seperti mendapat senjata baru: seorang beragama Islam menembaki orang Amerika di sebuah nite club bernama Pulse di Orlando. Penembakan di Minggu dini hari itu membuat 49 orang tewas. Sangat mengejutkan sekaligus wow: terbesar dalam sejarah Amerika untuk sebuah penembakan yang dilakukan satu orang. Hanya dalam hitungan […]
  • Di Saat Ali Meninggal, Komedi Tidak Mati
    Senin, 13 Juni 2016 Muhammad Ali sudah pergi. Tapi, dia tidak pernah meninggal. Itulah kata penutup yang manis dari sambutan seorang komedian terkemuka Amerika Billy Crystal. Dia bukan hanya pemegang 33 award di bidang komedi, tapi juga dianggap adik sendiri oleh almarhum Ali. Jutaan orang menyaksikan secara live siaran tv acara besar di gedung basket … Baca […]
  • Tahun Lalu Berkunjung, Sekarang Melayat
    Minggu, 12 Juni 2016 Untuk menghadiri pemakaman jenazah Muhammad Ali di Louisville, kota terbesar di Negara Bagian Kentucky, saya harus mengendarai mobil ke arah timur selama 2,5 jam dari tempat tinggal sementara saya di kota kecil Evansville. Saya berangkat pukul 08.30 karena salat jenazah dilaksanakan pukul 12.00 tepat. Perjalanan lancar karena selama 2,5 […]
  • Humor Tinggi dan Marahnya Seorang Presiden Santun
    Senin, 6 Jun 2016 Presiden Obama kembali jadi pelawak. Di depan forum tahunan wartawan Washington bulan lalu, gelak tawa tidak habis-habisnya. Seperti setahun sebelumnya: setengah jam pidato tepuk tangannya lebih dari 70 kali. Salah satu sasaran humornya tentu para calon presiden. Setelah lama ngelawak dan ngerjain dua capres dari partainya sendiri, Bernie S […]
  • Kembali ke Kesukuan dengan Alat Keglobalan
    Senin, 30 Mei 2016 Kini ada banjir yang tidak mengenal musim: banjir informasi. Ada semangat yang terus kian tinggi: semangat membuat grup di media sosial. Itulah gejala baru pada zaman media elektronik sekarang ini. Ada baiknya, ada bahayanya. Dan yang pasti banyak repotnya. Dan sering low batt-nya. Hampir tiap minggu saya di-invite. Untuk dimasukkan satu … […]
  • Alat Vital Baru dengan Harga Bermiliar
    Senin, 23 Mei 2016 Sukses ini begitu penting di Amerika. Sukses uji coba transplan penis. Jadi salah satu berita terpenting. Sebab, begitu banyak tentara yang rusak kemaluannya di medan perang. Utamanya di Afghanistan, Iraq, dan sekitarnya. Mereka adalah orang-orang perkasa. Masih muda. Belia. Banyak yang baru 20 tahun. Kuat-kuatnya. Meski tidak mati, tanpa […]

RSS Catatan Pinggir

  • Origami
    Seorang penulis sejarah yang baik tahu bahwa ia seorang penggubah origami. Ia membangun sesuatu, sebuah struktur, dari bahan-bahan yang gampang melayang. Sebab bahan penyusunan sejarah sesungguhnya bagaikan kertas: ingatan. Ingatan tak pernah solid dan stabil; ingatan dengan mudah melayang tertiup. Seperti kertas, ketika ia menampakkan diri di depan kita, se […]
    anick
  • Batman
    Batman tak pernah satu. Maka ia tak berhenti. Apa yang disajikan Christopher Nolan sejak Batman Begins (2005) sampai dengan The Dark Knight Rises (2012) berbeda jauh dari asal-muasalnya, tokoh cerita bergambar karya Bob Kane dan Bill Finger dari tahun 1939. Bahkan tiap film dalam trilogi Nolan sebenarnya tak menampilkan sosok yang sama, meskipun Christian Ba […]
    anick
  • Kakawin
    Pada suatu hari, di taman paviliun istana, Marmmawati, permaisuri, menemukan sebait puisi di kelopak sekuntum bunga pudak. Terpesona, ia pun menyalinnya. Lalu ia cepat-cepat kembali ke kamar. Gerimis turun. Dalam kesendiriannya, ia baca sajak itu dengan setengah berbisik. Dan kesalahpahaman pun terjadi. Baginda Jayawikrama mendengar suara bisik itu ketika ia […]
    anick
  • Teeuw (1921-2012)
    Pada umur 26, Andries Teeuw naik kapal pos, mengarungi laut, melintasi Terusan Suez, dan sampai di pelabuhan Sabang. Itu tahun 1947. Perjalanan yang tak menjanjikan ketenteraman. Hanya dua tahun sebelumnya Indonesia menyatakan diri merdeka. Belanda, yang merasa dibangkang, kemudian mengirim pasukan untuk menaklukkannya kembali. Tapi Teeuw, kelahiran Gorinche […]
    anick
The Big DayFebruari 9th, 2012
The big day is here.

RSS Fakta News

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
%d blogger menyukai ini: