TERALIS KEBEBASAN
Kini aku sadari mengapa banyak bangsa didunia ini rela berjuang beratus-ratus tahun hanya untuk satu kata “Merdeka”. Merdeka dalam persepsi berpikirku tidaklah jauh dengan ungkapan kebebasan. Merdeka berarti bebas dari segala bentuk pengekangan, bebas dari segala bentuk penindasan baik secara fisik, mental atau lahir batin baik secara langsung maupun tidak langsung. Kebebasan adalah hak yang telah dimiliki manusia sejak pertama kali menghirup udara di dunia ini. Kebebasan adalah hak prerogatif manusia yang diberikan tuhan kepada manusia. Tak heran apabila kebebasan itu dikekang, direnggut dan di rampas akan menimbulkan chous, pembangkangan, perlawanan yang cukup sengit hingga tak heran untuk mencapai kebebasan tersebut orang rela harus berkorban jiwa maupun harta. Orang rela berjuang beratus-ratus tahun untuk memperolehkan kebebasan.
Lihatlah bangsa ini, untuk memperoleh kemerdekaan (Kebebasan dari belenggu penjajah) memerlukan waktu kurang lebih 350 tahun. Hitung berapa banyak jiwa yang telah gugur, berapa banyak harta yang dikorbankan hanya untuk tujuan bebas dari belenggu penjajahan. Hakikatnya tidak satupun manusia di dunia ini ingin dikekang dan dirampas kebebasanya selama dalam mengaprisiasikan kebebasan itu didengan benar dan tidak bersinggungan dengan hak orang lain
Kebebasan bukan berarti semaunya, kebebasan bukan berarti tidak memikirkan hak orang lain. Tapi kebebasan itu adalah dikala kita dapat melakukan apa yang kita inginkan secara bijaksana dan arif. Kebebasan yang tidak merampas hak orang lain, kebebasan yang tidak mengakibatkan orang lain dirugikan, kebebasan yang tidak merusak secara estetika. Namun apa yang terjadi akhir-akhir ini, banyak orang yang menginginkan kebebasan, banyak orang yang mengatas namakan kebebasan beraekprsesi maupun berpendapat dan berpikir cendrung ke arak destriktif. Kebebasan yang bertendensi menyerang oarang lain, kebebasan yang tidak memperdulikan hak-hak orang lain, kebebasan yang merugikan orang lain. Hal itu bukan lah kebebasan yang kita impikan atau kita inginkan. Kebebasan yang kita inginkan adalah kebebasan yang bersumber dari hati yang jernih.
Sesorang takkan bisa bangkit keterpurukan, apabila dalam dirinya belum bisa menemukan kemerdekaan jiwa. Kemerdekaan jiwa yng bagaimana, yang di inginkan. Kemerdekaan atau kebebasan dalam menentukan hidupnya sendiri, kebebasan untuk menentukan pilihan, kebebasan untuk mengatur dirinya sendiri, kebebasan untuk berpikir sendiri. Seseorang yang dikekang dlam hidupnya takkan pernah maju dan semakin terpurukk apabila menggantungkan hidupnya kepada orang lain. Seseorang takkan bisa menjadi mandiri dan kuat apabila tidak dapat mengambil kepeutusan dari hasil pemikirannya sediri atau selalu didikte orang lain. Orang-orang seperti ibarat seperti seonggok daging yang tidak berguna.
Jadi selama pikiran dan dan hidup kita selalu didikte orang lain maka kita tidak akan dapat menhadi manusia –manusia sejati. Oarang-orang yang dikekang atau didikte orang lain dalam hidupnya tidaka akan pernah merasakan kebebasan. Meraka akan menjadi budak bagi orang lain, gampang diombang ambingkan keadaan, rapuh, tidak memiliki tujuan dan tidak mempunyai semangat hidup. Maka orang yang telah kehilangan kebebasan dalam hidupnya, tak lain adalah mayat yang berjalan. Memiliki raga tapai tak bernyawa.
Lepaskanlah belenggu-belenggu jiwa yang mengekang hati dan pikiran kita dari hal-hal yang membuat kita kehilangan ketajaman berpikir dan bertindak. Sadarkanlah diri kita dari segala pengekangan diri, berontaklah untuk terus memerdekakan jiwa. Karena hanya manusia-manuisa yang jiwanya bebas dari belenggulah yang akan menjadi manuisa yang unggul. Tentunya kita punya cara sendiri-sendiri untuk membebaskan diri kita dari segala hawa nafsu yang merupakan belenggu terbesar jiwa ini.
Jangan pernah menyerah untuk terus memperjuangkan kebebasan jiwa, karena itu lebih baik dari pada kita terjajah oleh belenggu-belenggu hawa nafsu. Hidupmu adalah kebebasanmu, tuhan telah memberikan itu sejak kita dilahirkan. Maka segala bentuk pengekangan dan perampasan kebebasan adalah kesalahan.








No comments yet
Jump to comment form | comments rss [?] | trackback uri [?]