Pertanyaan Hati
Terjadi lagi, selalu begitu seakan tidak ada selesainya. Kadang begini, kadang begitu tak seperti nada sumbang dan tak beraturan membisingkan telinga. Itu lagi-itu lagi, ya seperti itulah berulang dalam kala periodik seakan menjadi keharusan untuk terjadi.
Begini salah begitu salah, seakan apa yang ku lakukan selalu salah. Kadang mengerti kadang terlupakan, tahu tapi pura-pura tidak tahu. Hanya perasaan yang dikedepankan tanpa diimbangi sisi rasional. Kadang marah, kadang diam seribu bahasa, tak mampu lagi berbuat apa apa. Seakan berputus asa namun jauh dalam hati tak ingin terpisah.
Biarlah-biarlah, tapi tak bisa aku diamkan dan tak bisa juga keraskan. Lalu bagaimana biar ini menjadi satu kesimpulan yang membentuk senyuman. Lepaskan-lepaskan, mungkin itu yang ingin ku lakukan. Melepaskan pikiranku dan melupakan yang terjadi anggap suatu pembelajaran. Pahami-pahami, itu yang ingin selalu aku coba tapi selalu saja tak terkendali. Terbakar emosi dan bertaburan caci maki.
Cinta-cinta, seperti bunga indah namun tak mudah diraih. Sadar-sadar, ini bukan mimpi. Lihatlah semua yang ada disekelilingmu, semua berjalan dengan apa adanya tanpa harus kau ganggu. Teruskan sajalah, inilah corak kehidupan. Mungkin ini adalah sisi gelap dari mozaik kehidupan. Yakin-yakin, Mozaik-mozaik itu kelak akan tersesusn indah dengan penuh warna yang kontras dan berlawanan. Lihat pelangi dia indah bukan karena satu warna biru, satu warna merah atau satu warna hijau. Tapi pelangi indah karena dia berbeda dalam satu bingkai.
Bangkit-bangkit, teruslah mencoba memperbaiki mulai dari sisi yang mudah. Berangsur merangkai untaian-untain waktu yang tak jarak terus berlalu tanpa kata. Lihat-lihat, itu semua akan kau saksikan ketika kesempurnaan hidup itu telah diraih. Dimana-dimana, disana. Ditempat terindah, tenang, sejuk dan damai. Tunjukan-tunjukan, itu dia. Di tepian sungai yang mengalir air yang begitu bening, diantara padang yang begitu luas dan teduh.
Senyuman-senyuman bidadari akan menyambutmu, katakanlah kau merindukan itu. Janji aku tetap merindukan dirinya. Maka bawalah aku ke istana itu, dia disitu dimana disini dihati yang luas dan penuh kedamaian.








Komentar Terakhir