Arsip

Archive for the ‘Catatan Harianku’ Category

Suara Sumbang dari Hati

Banyak hal yang kupikirkan dan tak pernah dapatkan sebuah jawaban yang melegakan hati, semua terasa kabur dalam perjalanan hidup yang semu dan fana. semua saling terkait dan berkonstelasi indah dengan senandung hukum alam dan sunaahtullah. kadangkala aku igin menyangkal dan membenamkan semua suara hati jauh didalam palung hati yang tak ku harap aku bisa mengingatnya lagi. bagaikan untaian benang yang terpilin menjadi suatu tali yang mengikat tubuhku dan meyesakan aliran nafasku. sungguh aku tak mampu membuyarkannya, begitu dekat begitu indah namun membuatku setengah gila.

wardhanu

Sudahlah mungkin jangan kau dengarkan cerita sedih itu, kawan. mungkin itu hanyalah kerjaan sia-sia yang tak berguna. banyak lompatan-lompatan logika yang bergulir menyertainya, yang mungkin bagiku dan engkau tak dapat memahaminya. itu karena ada sebuah jarak yang tak mungkin kita lewati untuk saat ini. seperti ujung cakrawala yang tak pernah dpat kau kejar, semakin kau mendekat maka iya semakin menjauh hanya kesia-siaan adanya.

Tak henti terus pikirkanku berdebat dengan hati, antara perasaan dan logika memanglah sulit untuk dipertemukan. mungkin berseberangan namun mempunyai hubungan yang kuat. Kadang ingin tertawa, kadang pula ingin menangis dan bahkan hati ini geram untuk berteriak menentang semua yang kurasakan tidaklah pantas untuk dilakukan.

Seakan menjadi hal yang wajar melakukan kesalahan dengan alasan manusiawi. Tapi aku rasa tidak ada kecurangan dan ketidakadilan yang sesuai dengan kemanusiaan. Dimana manusia-manusia yang berperilku hewan saling menggonggong menertawakan dan saling menuduh mencari kebenaran dengan mematikan hati. Banyak kemunafikan yang telah dilakukan, membuatku semakin ingin muntah. Bermuka tebal berjiwa setan, entah dimana letaknya kelak yang pantas baginya di hari pembalasan kelak.

Seandainya aku dapat terpaksa mencoreng mukanya denagn kotoran hewan mungkin barulah puas hati ini. sebab pantaslah dia diperlakukan seperti itu. entah terbuat dari apa hati manusia itu, tersenyum denga muka yang tak berdosa. Beralibi seolah tak pernah melakukan, kurasa mereka hanya melakukan penipuan yang sistematis dan terencana. Semua bisa, semua dapat dilakukan ketika kekuasaan disalah gunakan, uang di jadikan segala-galanya. Manusia di dewakan seperti layaknya tuhan yang dapat mempermudah hidupnya. menjilat sana-sini berharap dinilai baik dan dikasihani.

Kuberharap tuhan murka dan menunjukan kebesarannya, agar mereka sadar atas apa yang mereka lakukan. seperti yang aku katakan sejak awal padamu kawan, mungkin bukan sekedar lompatn lgika dan jauh dari akal, tapi aku percaya suatu saat kita kan bmenyaksikan sebuha kehancuran atas ketidakadilan dan kesewenang-wenangan ini. sehingga aku percaya kebenaran dan keadilan akan tetap pada garisnya.

MEMAHAMI TIPE MANUSIA MELALUI SEBUAH PERSEPSI

Setiap manusia pasti memiliki sesuatu yang unik didalam dirinya, terlepas dari kekurangan dan kelebihan yang dimilikinya. Satu hal yang membuat manusia lebih baik dari mahluk lain yang ada di bumi ini adalah “Akal”. Akal di anugrahkan sang pencipta agar manusia dapat berpikir dan tahu membedakan yang benar dan yang salah. Ibarat sebuah komputer akal adalah procesornya, sehebat apapun prosesornya namun apabila yang menggunakanya (User) tidak mengerti mengoperasikan dan menjalankan program-program yang ada didalamnya maka tidak akan ada gunanya. Begitu juga dengan akal, apabila kita dapat menggunakannya dengan baik maka akan menjadi kesia-siaan.

Agar dapat mengoptimalkan akal kita, setidaknya kita harus banyak menginput data dalam otak kita agar dapat digunakan akal sebagai referensi untuk berpikir dan menganalisa dan menyimpulkannya. Input yang dimaksud adalah ilmu dan pengetahuan, semakin banyak ilmu dan pengetahuan yang kita miliki maka semakin baik kita dalam menyimpulkan sesuatu hal. Sebaliknya apabila masukan maupun input yang masuk ke dalam otak kita maka akal yang kita miliki akan tumpul. Sebab itu dalam islam menuntut ilmu adalah penting.

Dengan akal kita dapat berpikir, menganalisa, menimbang dan menyimpulkan dan pada akhirnya berbuah pada sebuah persepsi yang kita yakini kebenarannya. Persepsi kita terhadap sesuatu sangat mempengaruhi tingkah laku kita dalam bertindak dan melakukan sesuatu. Persepsi yang salah terhadap sesuatu akan membuat kita salah dalam bertindak. Itulah sebabnya mengapa manusia memiliki perilaku yang berbeda-beda, itu tak lain karena setiap manusia memiliki persepsi yang berbeda-beda dalam melihat sesuatu. Perbedaan itu juga dikarenakan input atau masukan yang berbeda-beda dan berlainan jumlahnya.

Dibawah ini ada sebuah kutipan dari email yang saya terima dari seorang teman yang bagi saya cukup menarik dan bagus untuk dapat dipahami.

ADA tiga orang yang ingin membeli sepuluh buah jeruk manis di sebuah pasar swalayan untuk dibawa pulang ke rumahnya.

Orang pertama, mencoba sebuah jeruk untuk memastikan rasanya manis, lalu jeruk kedua hingga kesepuluh. Dia meninggalkan toko itu dengan membawa plastik berisikan kulit sepuluh buah jeruk.

Orang kedua, hanya mencicipi sebuah jeruk, lalu memasukkan sembilan sisanya ke dalam plastik sesudah membayarkan harganya lalu meninggalkan toko itu.

Orang ketiga, sebelum membeli jeruk, ia buka laptop lalu mencari data dan informasi tentang jeruk di mesin pencari goegle atau masuk ke perpustakaan dan melakukan serangkaian aksi intelektual terhadap jeruk tersebut secara universal, mulai dari meneliti merek, cara penanaman, komposisi kandungannya dan nama negara pengekspornya. Ia memastikan sepuluh jeruk yang telah dikenalnya itu sebagai manis tanpa mencicipinya satu buah pun. Ia meninggalkan toko itu sambil menjinjing plastik berisikan sepuluh buah jeruk.

Tiga Tipe Manusia

Ada tiga tipe manusia yang menggunakan tiga cara membentuk sebuah keyakinan, termasuk keyakinan agamanya.

Orang pertama, karena setiap tema harus diyakini berdasarkan penelitian, ia mulai mengkaji satu tema lalu tema kedua dan begitulah seterusnya. Dibenaknya berpindah dari sebuah tema minor ke tema minor lainnya sebelum menghimpunnya dalam sebuah keyakinan yang kompleks. Ia menggunakan induksi, yaitu aksi intelektual dari tema partikular lalu berhenti di tema universal sebagai kesimpulan aksiomatis.

Orang kedua menularkan hukum sebuah objek partikular yang telah dikajinya atas objek partikular lainnya yang tidak dikajinya, lalu memastikan semua partikular yang sama dalam himpunan keyakinan universal sebagai kesimpulan. Metode yang digunakannya adalah kombinasi analogi dan induksi yang terbatas.

Orang ketiga hanya mengkaji tema universal yang merupakan muara tema-tema partikular lainnya. Ia hanya memeras otak untuk memahami tema mayor, yang meliputi minor-minor. Selanjutnya ia hanya menerima dan mengamalkan tema-tema minor yang merupakan konsekuensinya. Sebagai contoh, ia melakukan shalat, yang merupakan tema minor, sebagai konsekuensi keyakinan mayornya, yaitu Islam, tanpa merasa perlu tahu tentang dalil-detailnya. Selanjutnya ia menjalankan aktivitasnya.

Ketiga cara tersebut diatas dibahas dalam sebuah bidang ilmu bernama epistemologi, yaitu ilmu tentang sumber dan anatomi pengetahuan.

Bisa dipastikan bahwa orang pertama tidak akan pernah berhenti mencari, membahas dan berdiskusi, bahkan mungkin tidak sempat melaksanakan keyakinannya, karena ia akan sibuk menjelajahi etalase tema-tema partikular yang masih mengganjal atau yang belum diproses oleh otaknya atau belum diyakininya. Ia adalah petualang wacana, tanpa mencapai sebuah kesimpulan universal yang bisa dijadikan sebagai pandangan dunia dan jalan hidupnya.

Sedangkan orang kedua hanya mengandalkan kemungkinan universal berdasarkan pengetahuan yang bersifat partikular, dengan tetap membuka ruang kecil bagi opsi dan kemungkinan lain yang bisa jadi menafikan kesimpulan universalnya. Ia senanatiasa diliputi oleh kecurigaan dan waw-was akan kesalahan yang mungkin akan muncul, karena belum diyakininya secara komprehensif. Ia tidak akan pernah memiliki keterikatan relijius. Ia bahkan akan selalu gamang dan tidak commited. Sisi positifnya, ia biasanya bersikap pluralis, toleran dan anti fanatisme.

Adapun orang ketiga tidak akan sibuk lagi dengan mempelajari dan mengkaji tema-tema partikular yang dianggapnya sebagai bagian dari tema universal yang telah diyakininya. Ia, misalnya, tidak akan menghabiskan waktu di perpustakaan untuk mencari tahu dalil tentang detail-detail shalat, karena sudah memastikan sumber hukum yang diandalkannnya untuk dijadikan sebagai panutan dan rujukan.

Orang yang menggunakan cara ketiga (deduksi) tidak merasa perlu mengetahui dalil dan alasan serta detail hukum tema-tema yang bersifat partikular sebelum melaksanakannya. Ia laksana orang yang telah memeras otak untuk mencari kriteria ‘atasan’. Setelah menemukan dan meyakini seseorang sebagai atasannya dan dirinya sebagai bawahannya, ia tidak lagi memerlukan dalil untuk melaksanakan setiap perintah atasannya itu, karena perintah itu bersifat partikular, dan hanyalah konskuensi logis dari keyakinan universalnya akan status orang itu sebagai atasan. Kalau bawahan menanyakan alasan rasional dan tujuan perintah atasannya, sangat mungkin besok ia sudah kehilangan posisi sebagai ‘bawahan’ alias diPHK karena desersi atau ‘mogok taat’.

Manakah cara yang perlu diutamakan dan dipilih? Cara pertama bisa dipastikan sulit bahkan mustahil dicapai, kecuali bila dibatasi area objeknya. Tidaklah mungkin menetapkan hukum ‘air memuai bila suhunya mencapai 0 derajat celicius’ dengan mencoba semua fenomena air tanpa kecuali.

Cara kedua hanya efektif bila objek yang dikaji bersifat material. Ilmu-ilmu alam, seperti fisika, kimia dan biologi, berpijak di atas induksi yang terbatas ini. Namun, agama dan sebagian ilmu rasional, seperti matematika, filsafat dan teologi, tidak bisa didekati dengan metode induksi, karena ia tidak bisa dihasilkan dari survei, investigasi dan penelitian empiris.

Dengan demikian, jelaslah agama dan keyakinan transenden cukup diyakini secara universal, sedangkan tema-tema di dalamnya, tidak perlu dipelajari secara argumentatif, kecuali bagi orang-orang tertentu yang punya cukup waktu dan bertugas untuk memberikan penjelasan-penjelas an tentang agama.

Kita tidak perlu mencoba setiap jeruk untuk mengetahui rasa dan kualitasnya. Kita juga tidak perlu menghabiskan waktu untuk mempelajari semua tema agama, mempelajari kitab-kitab kuning dan menjadi ‘ustadz’ hanya karena ingin menjadi orang saleh dan taat beragama. Yang perlu dilakukan adalah mencari kriteria umum yang rasional, agar bisa mengerjakan yang lain dan pulang dengan membawa plastik berisikan jeruk, bukan kulit jeruk.

Yang menggelikan, di tengah masyarakat beragama, ada sekelompok orang yang memastikan jeruknya sebagai ‘yang paling manis’ meski tidak menggunakan salah satu dari tiga metode tersebut di atas sambil mencemooh, membatilkan, dan tentu saja, menyesatkan dan mengkafirkan pemakan jeruk lain. (Syaikh Muhsin Labib)

Categories: Catatan Harianku

PESAN UNTUK ANAK BANGSA

Perbedaan antara negara berkembang (miskin) dan negara maju (kaya) tidak tergantung pada umur negara itu. Contohnya negara India dan Mesir, yang umurnya lebih dari 2000 tahun, tetapi mereka tetap terbelakang (miskin). Di sisi lain –Singapura, Kanada, Australia & New Zealand– negara yang umurnya kurang dari 150 tahun dalam membangun, saat ini mereka adalah bagian dari negara maju di dunia, dan penduduknya tidak lagi miskin.

Ketersediaan sumber daya alam dari suatu negara juga tidak menjamin negara itu menjadi kaya atau miskin. Jepang mempunyai area yang sangat terbatas, Daratannya, 80% berupa pegunungan dan tidak cukup untuk meningkatkan pertanian & peternakan.

Tetapi, saat ini Jepang menjadi raksasa ekonomi nomor dua di dunia.

Jepang laksana suatu negara “industri terapung” yang besar sekali, mengimpor bahan baku dari semua negara di dunia dan mengekspor barang jadinya

Swiss tidak mempunyai perkebunan cacao tetapi sebagai negara pembuat coklat terbaik di dunia.

Negara Swiss sangat kecil, hanya 11% daratannya yang bisa ditanami.

Swiss juga mengolah susu dengan kualitas terbaik. (Nestle adalah salah satu perusahaan makanan terbesar di dunia).

Swiss juga tidak mempunyai cukup reputasi dalam keamanan, integritas, dan ketertiban – tetapi saat ini bank-bank di Swiss menjadi bank yang sangat disukai di dunia.s

Para eksekutif dari negara maju yang berkomunikasi dengan temannya dari negara terbelakang akan sependapat bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan dalam hal kecerdasan, Ras atau warna kulit juga bukan faktor penting.

Para imigran yang dinyatakan pemalas di negara asalnya ternyata menjadi sumber daya yang sangat produktif di negara-negara maju/kaya di Eropa.

Perbedaannya adalah pada sikap/perilaku masyarakatnya, yang telah dibentuk sepanjang tahun melalui kebudayaan dan pendidikan. Berdasarkan analisis atas perilaku masyarakat di negara maju, ternyata bahwa mayoritas penduduknya sehari-harinya mengikuti / mematuhi prinsip-prinsip dasar kehidupan sebagai berikut.

Prinsip Dasar Kehidupan

  1. Etika, sebagai prinsip dasar dalam kehidupan sehari-hari
  2. Kejujuran dan integritas
  3. Bertanggung jawab
  4. Hormat pada aturan & hukum masyarakat
  5. Hormat pada hak orang/warga lain
  6. Cinta pada pekerjaan
  7. Berusaha keras untuk menabung & investasi
  8. Mau bekerja keras
  9. Tepat waktu

Di negara terbelakang/miskin/ berkembang, hanya sebagian kecil masyarakatnya mematuhi prinsip dasar kehidupan tersebut.

Kita bukan miskin (terbelakang) karena kurang sumber daya alam, atau karena alam yang kejam kepada kita.

Kita terbelakang/lemah/miskin karena perilaku kita yang kurang/tidak baik.

Kita kekurangan kemauan untuk mematuhi dan mengajarkan prinsip dasar kehidupan yang akan memungkinkan masyarakat kita pantas membangun masyarakat, ekonomi, dan negara.

Jika Anda tidak meneruskan pesan ini, tidak akan terjadi apa-apa pada diri Anda!!!

Hewan peliharaan Anda tidak akan mati, Anda tidak akan kehilangan pekerjaan, Anda tidak akan mendapat kesialan dalam 7 tahun, juga Anda tidak akan sakit.

TETAPI….. jika Anda tidak meneruskan pesan ini, tidak akan terjadi perubahan apa-apa dalam negara kita.Negara kita akan tetap berlanjut dalam kemiskinan…… dan akan menjadi lebih miskin lagi.

Jika Anda mencintai negara kita, teruskan pesan ini kepada teman-teman Anda.

Biarlah mereka merefleksikan hal ini.

Kita harus mulai dari mana saja.

Kita ingin BERUBAH dan BERTINDAK!

Belum Selesai

Malam terus berlalu tanpa ada satu kata terucap dari bibir  ini. Rentah raung pepohonan yang menyibak angin menghembuskan sayup-sayup angin membalut tubuh. Aku masih saja terpaku duduk menatap langit yang tak begitu indah malam ini. Pikiran ku jauh melayang menembus awan-awan hitam yang yang bergulat saling berpacu menutup cahaya bulan. Namun sesekali cahaya itu berhasil lolos dari perangkap awan hitam, semoga mendung malam ini tak berarti hujan.

Dua potret terpampang diatas meja yang tak begitu rapi, tampak tak pernah terurus oleh penghuni kamar. tak perduli dengan berisik riuh suara jangkring yang bergumam bersaut, aku masih saja tak beranjak.

Categories: Catatan Harianku Tag:, ,

BEGINI SEHARUSNYA CINTA

Kenapa kita menutup mata ketika kita tidur ?
Kenapa kita menutup mata ketika kita menangis ?
Kenapa kita menutup mata ketika kita membayangkan sesuatu ?
Kenapa kita menutup mata ketika kita berciuman ?
Hal hal yang terindah di dunia ini biasanya tidak terlihat

Ada hal hal yang tidak ingin kita lepaskan
dan ada orang orang yang tidak ingin kita tinggalkan
Tapi ingatlah, melepaskan bukan berarti akhir dari dunia
melainkan awal dari kehidupan yang baru

Kebahagiaan ada untuk mereka yang menangis
Kebahagiaan ada untuk mereka yang telah tersakiti
Kebahagiaan ada untuk mereka yang telah mencari dan telah mencoba

Karena merekalah yang bisa menghargai
Betapa pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan mereka

Cinta adalah ketika kamu menitikkan air mata, tetapi masih peduli
terhadapnya
Cinta adalah ketika dia tidak mempedulikanmu, kamu masih menunggunya
dengan setia
Cinta adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kamu masih
bisa tersenyum
sambil berkata , ” Aku turut berbahagia untukmu ”

Apabila cintamu tidak berhasil, bebaskanlah dirimu
Biarkanlah hatimu kembali melebarkan sayapnya dan terbang ke alam
bebas lagi
Ingatlah, kamu mungkin menemukan cinta dan kehilangannya..
Tetapi saat cinta itu dimatikan, kamu tidak perlu mati bersamanya..

Orang yang terkuat bukanlah orang yang selalu menang dalam segala hal
Tetapi mereka yang tetap tegar ketika mereka jatuh
Entah bagaimana, dalam perjalanan kehidupanmu,
Kamu akan belajar tentang dirimu sendiri dan suatu saat kamu akan
menyadari
Bahwa penyesalan tidak seharusnya ada di dalam hidupmu
Hanyalah penghargaan abadi atas pilihan pilihan kehidupan yang telah
kau buat
Yang seharusnya ada di dalam hidupmu

Sahabat sejati akan mengerti ketika kamu berkata, ” Aku lupa ”
Sahabat sejati akan tetap setia menunggu ketika kamu berkata, ”
Tunggu sebentar ”
Sahabat sejati hatinya akan tetap tinggal, terikat kepadamu
ketika kamu berkata, ” Tinggalkan aku sendiri ”

Saat kamu berkata untuk meninggalkannya,
Mungkin dia akan pergi meninggalkanmu sesaat,
Memberimu waktu untuk menenangkan dirimu sendiri,
Tetapi pada saat saat itu, hatinya tidak akan pernah meninggalkanmu
Dan sewaktu dia jauh darimu, dia akan selalu mendoakanmu dengan air
mata

Lebih berbahaya mencucurkan air mata di dalam hati
daripada air mata yang keluar dari mata kita
Air mata yang keluar dari mata kita dapat dihapus,
Sementara air mata yang tersembunyi,
Akan menggoreskan luka di dalam hatimu
yang bekasnya tidak akan pernah hilang

Walaupun dalam urusan cinta, kita sangat jarang menang,
Tetapi ketika cinta itu tulus…
meskipun mungkin kelihatannya kamu kalah,
Tetapi sebenarnya kamu menang karena kamu dapat berbahagia
sewaktu kamu dapat mencintai seseorang
Lebih dari kamu mencintai diri kamu sendiri…

Akan tiba saatnya dimana kamu harus berhenti mencintai seseorang
Bukan karena orang itu berhenti mencintai kita
Atau karena ia tidak mempedulikan kita
Melainkan saat kita menyadari bahwa orang itu
Akan lebih berbahagia apabila kita melepasnya
Tetapi apabila kamu benar benar mencintai seseorang,
Jangan dengan mudah kita melepaskannya
Berjuanglah demi cintamu… Fight for your dream !
Itulah cinta yang sejati..
Bukannya seperti prinsip ” Easy come.. Easy go… ”

Lebih baik menunggu orang yang benar benar kamu inginkan
Daripada berjalan bersama orang ” yang tersedia ”
Lebih baik menunggu orang yang kamu cintai
Daripada orang yang berada di ” sekelilingmu ”

Lebih baik menunggu orang yang tepat
Karena hidup ini terlalu berharga dan terlalu singkat
Untuk dibuang dengan hanya ” seseorang ”
Atau untuk dibuang dengan orang yang tidak tepat

Kadang kala, orang yang kamu cintai adalah orang yang paling
menyakiti hatimu
Dan kadang kala teman yang membawamu di dalam pelukannya
Dan menangis bersamamu adalah cinta yang tidak kamu sadari

Ucapan yang keluar dari mulut seseorang
Dapat membangun orang lain, tetapi dapat juga menjatuhkannya
Bila bukan diucapkan pada orang, waktu, dan tempat yang benar
Ini jelas bukan sesuatu yang bijaksana

Ucapan yang keluar dari mulut seseorang
Dapat berupa kebenaran ataupun kebohongan untuk menutupi isi hati
Kita dapat mengatakan apa saja dengan mulut kita
Tetapi isi hati kita yang sebenarnya tidak akan dapat dipungkiri

Apabila kamu hendak mengatakan sesuatu..
Tataplah matamu di cermin dan lihatlah kepada matamu
Dari situ akan terpancar seluruh isi hatimu
Dan kebenaran akan dapat dilihat dari sana

Diposting dari : www.sarikata.com

Categories: Catatan Harianku

Mereka Ada di Sekeliling Kita

Kegelisahan jiwa ku bergelut memberontak menghadapi ketidak adilan keterpurukan moral yang ditutupi mulut manis berbisa. tak ada lawan yang abadi tak ada teman yang sejati ketika kepentingan diri selalu menjadi prioritas untuk di jalani.
Tak ada yang salah dalam aliran waktu yang kian panjang tak menentu, hati yang hitam dan keruh bagai kubangangan hewan paling hina pun jadi alasan untuk bertindak secara tidak bermoral dan bermartabat.
Penjilat, mungkin itu yang pantas di sebutkan kepada manusia yang sudah tak lagi memiliki prinsip dan moral. Begitu gampang berkata-kata manis ketika kebohongan ditutupi, menjadi budak bagi penguasa sambil menggerogoti dari dalam.
Apakah idealisme sudah tak layak lagi dipertahankan, apakah moral sudah tak lagi bermanfaat, penjilat-penjilat itu ada di samping kita. mereka sembunyi dibalik ketiak penguasa. memberikan nyanyian merdu bagi penguasa, memberikan pelayanan nomor wahid bagi penguasa namun menjadi manusia paling keji di hadapan orang yang tidak berkepentingan dalam rencana, bahkan kadang menjadi sangat kejam ketika kawan telah dianggap ancaman. apapun sanggup dia lakukan, demi meraih yang dia inginkan
aku tersudut dalam lingkaran setan yang tak ku tahu dimana kawan dan lawan, semua tampak sama dan tak berbeda. Berlaku baik tapi berhati jahanam, bertopeng manis menutupi muka iblis.
Penjilat, mungkin di bagian dari sejarah yang tak pernah bisa hilang dalam kehidupan manusia. mereka ada di sekeliling kita dan entah sampai kapan mereka berhenti dan bertobat menghinakan diri di hadapan manusia hanya untuk sebuah kekuasaan, jabatan, dan nama baik.
Biarlah mereka berlalu dengan waktu, dan sekarang lebih baik aku terasing dari pada harus mengalah dengan kemunafikan.

Cermin Perubahan

1_360561304l1.jpgKadangkala aku berpikir ingin mengubah dunia dengan segenap tenaga dan pikiranku, tapi aku sedih ternyata tidak mudah melakukannya karena aku tidak memiliki kemampuan yang cukup untuk merubah dunia.
Lalu aku berpikir lagi, bagaimana kalo aku ingin merubah bangsaku/negaraku dengan menjadikannya terhormat dan berwibawa di depan bangsa lain, tapi apa yang aku dapat kegagalan lagi. Aku terpuruk kehilangan kepercayaan diri dan merasa tidak berguna. Kemudian aku mencoba bangkit dan membangun pilar-pilar dalam hatiku untuk tetap kuat dalam melakukan perubahan. aku ubah tujuanku, kini aku ini mengubah keluarga dengan membangun keluarga yang seutuhnya, tapi untuk sekian kalinya aku gagal sehingga keputusasaan menghampiriku. Dalam hatiku aku bertanya, apakah ada yang salah dalam diriku sehingga begitu banyak kegagalan yang ku alami.
Dalam renunganku yang dalam akhirnya aku temukan semangat baru dalam mencapai perubahan, kini aku berpikir bagaimana kalau yang pertama-tama yang aku ubah adalah diriku. dengan merubah diriku sebagi panutan, mungkin aku bisa mengubah keluargaku, kemudian lingkunganku, lalu bangsaku dan negaraku hingga akhirnya aku mampu merubah dunia dan mewujudkan cita-citaku untuk merubah dunia.

Jika Keabadian Itu ada

“Kalau keabadian itu ada, Aku ingin tak mati. Akan tetapi tidak ada keabadian di dunia ini”.

Dr. Harldson Hoffen, seorang dokter di sebuah rumah sakit, suatu ketika mempresentasikan hasil risetnya di depan lembaga Amerika untuk para dokter, ahli bedah dan kalangan industriawan.

Saat itu ia mengatakan bahwa ia telah meneliti kondisi seratus tujuh puluh enam eksekutif. Usia mereka rata rata 44 tahun. Ternyata lebih dari sepertiga para eksektutif itu menderita satu dari tiga penyakit yang disebabkan oleh ketegangan jiwa.

Tiga penyakit itu adalah kerusakan jantung, gangguan lambung dan gangguan tekanan darah.

Yang demikian itu terjadi saat mereka belum sampai 45 tahun. Apakah orang yang membayar keberhasilannya dengan gangguan lambung dan kerusakan jantung bisa dianggap sebagai orang yang sukses?

Apa gunanya mengumpulkan dunia dengan mengorbankan kesehatannya? Walaupun seseorang memiliki dunia seluruhnya, dia tidak dapat tidur kecuali di atas satu tempat tidur saja. Dia pun tidak bisa makan kecuali tiga kali sehari. Lalu apa bedanya antara dia dengan pekerja kasar?

Bahkan boleh jadi para pekerja kasar itu bisa tidur lebih nyenyak dan lebih menikmati makanan ketimbang para eksekutif yang memiliki kedudukan.

Dr. W.S. Fritz mengatakan : “Empat dari lima orang yang sakit tidak disebabkan oleh kerusakan fisik, tapi penyakit mereka ditimbulkan oleh ketakutan, gelisah, kebencian, ketidakmampuan menyesuaikan diri dengan kehidupan, dll.

Kita tidak kuasa mengubah masa lalu dan melukis masa depan sesuai dengan keinginan kita. Lalu, mengapa kita membunuh diri sendiri dengan bersedih atas sesuatu yang tidak mungkin kita ubah?

Courtesy of Achmad Ridwan,Dip.Hyp

banner1

Cerminan Cinta

Menurut Al Ghazali, terdapat lima faktor dan tingkatan yang membuat cinta itu tumbuh, yaitu sebagai berikut:

1. Mencintai diri sendiri

Mencintai keberadaan dirinya, kesempurnaannya, dan demi eksistensi dirinya. Cinta seperti ini cinta paling primordial dalam kehidupan manusia. Setiap yang hidup pertama-tama pasti mencintai dirinya sendiri

2. Mencintai orang yang berbuat baik kepada dirinya

Tetapi manusia juga memiliki sifat kebaikan. Hati manusia memang diciptakan Allah dengan watak mencintai orang yang berbuat baik kepadanya dan membenci orang yang berbuat jahat kepadanya. Mencintai orang lain yang berbuat baik kepadanya untuk kepentingan mempertahankan dan meningkatkan, serta mencegah hilangnya eksistensi dirinya. Seperti ilmu dan guru, adalah dua hal yang sama-sama dicintai oleh manusia. Ilmu dicintai karena wujud ilmu itu dapat mengukuhkan eksistensi dirinya, sedangkan guru dicintai karena ia adalah penyebab bagi adanya ilmu. Ia sebenarnya bukan mencintai guru yang berbuat baik itu. Ini jelas hanya respon terhadap salah satu tindakan baik gurunya. Jika kebaikannya habis, maka habis pula cintanya, walaupun guru sebenarnya masih ada. Jika kebaikannya berkurang, maka berkurang pula cintanya. Cinta dapat berkurang atau bertambah sesuai dengan berkurang dan bertambahnya kebaikan yang dilakukan orang lain terhadap dirinya.

3. Mencintai wujud dari yang dicintai itu sendiri

Bukan lagi mencintai orang lain karena ingin memperoleh di balik wujud sesuatu. Inilah cinta yang hakiki dan paling tinggi kedudukannya di dunia. Seseorang mencintai keindahan demi keindahan itu sendiri. Ia mencintai keindahan demi nilai keindahan itu sendiri, karena mengenal keindahan merupakan kenikmatan. Dan kenikmatan itu dicintai karena wujud itu sendiri, bukan karena yang lain, bukan karena kepentingan yang lain.
Mencintai siapapun yang memang berbuat kebaikan, meskipun kebaikan itu tidak untuk kepentingan dan eksistensi dirinya, bahkan tidak berdampak kepada dirinya.

4. Cinta Keindahan dan Kebaikan Substantif

Mencintai keindahan dan kebaikan tidak hanya bersifat lahir, wujud, tetapi juga mencintai keindahan, kebaikan secara batin, substantif. Kebaikan, keindahan, dan setiap yang dicintai selalu memiliki citra lahir dan batin. Citra lahir teridentifikasi melalui mata lahir dan dapat terekstraksi pada panca indera lainnya. Citra batin teridentifikasi melalui mata batin dan terekstraksi pada pengalaman abadi non materi. Inilah yang sebenarnya disebut cinta yang melampaui cinta materi.

5. Mencintai Siapapun dan Apapun yang Memiliki Keselarasan Batin

Seringkali cinta terjalin antara dua orang bukan karena alasan keindahan dan kebaikan, keuntungan, atau manfaat lainnya. Cinta yang lebih tinggi dapat terjalin karena adanya keselarasan jiwa antara keduanya.

Cinta akan benar-benar utuh ketika kelima faktor tersebut menyatu dalam diri seseorang. Dan lima faktor tersebut hanya dapat menyatu secara sempurna dalam pangkuan Allah SWT. Caranya adalah dengan selalu melakukan pemurinuan jiwa, pensucian jiwa, yaitu tazkiyah an-nafs. Seperti disebutkan oleh Sabda Rasulullah saw., bahwa Pensucian Jiwa Adalah Separuh Iman. Tazkiyah an-nafs menekankan laku tawbah, shabr, zuhd, khauf (takut) dan raja’(selalu berharap) secara terus menerus.

Puncak penyucian jiwa itu sendiri sebenarnya adalah pengosongan jiwa dari segala sesuatu selain Allah. Sehingga dengan kondisi seperti itu, hati benar-benar siap menerima makrifat dan hubb Allah (kecintaan kepada Allah). Dengan pensucian itu maka diharapkan memunculkan kekuatan dan keluasan makrifat atas hati. Makrifat atas hati ini akan membuahkan Syawq (rindu), Uns (mesra) dan Ridha kepada Allah SWT.

Disarikan dari Rindu Tanpa Akhir (Al Mahabbah wa al-Syawq wa al-Uns Wa al- Ridha) karya Imam Al Ghazali. Terjemahan Edisi II. Penerbit Serambi. Tahun 2006.
Komentar»

Untuk Kita Renungkan

Siapa kah diri kita? Kita terlalu sombong untuk mengakui bahwa kita adalah mahluk tuhan yang lemah. Kadang kita melupakan andil sang pencipta dalam kehidupan kita sehari-hari. Tidak kah tuhan telah memberikan kenikmatan yang cukup banyak pada kita, coba kita rasakan nikmat yang ada pada kita saat ini. Kesehatan yang di berikan adalah nikmat tuhan yang tak pernah kita hargai. lihatlah ketika tubuh ini sehat tak sedikitpun kita mengingat akan waktu sakit kita, tidaklah kita sedikit pun bersyukur dan kita melupakan karunia tuhan tersebut. Kala datangnya waktu sakit, nikmat itu baru terasa. kita kehilangan, kita mengeluh dan kita menyalahkan tuhan yang memberi kita sakit dan baru lah kita ingat pada tuhan kita lantas berdoa mohon di beri kesembuhan. Sebenarnya banyak nikmat tuhan yang di karuniakan pada kita, hingga Allah berseru pada kita “Nikmat mana lagi yang kau ingkari “.

Ya Allah, ambilah kesombongan dariku…
” Tidak. Bukan AKU yang mengambil, tapi kau yang harus menyerahkannya!”

Ya Alah, berikan aku kesabaran…
“Tidak. Kesabaran diperoleh dari ketabahan dalam menghadapi cobaan. AKU tidak memberi kesabaran, tetapi engkau yang harus meraihnya sendiri!”

Ya Allah, berikan aku kebahagiaan…
” Tidak. AKU memberi keberkahan dan hikmah, sedangkan kebahagian tergantung kepadamu sendiri!”"

Ya Allah, jauhkan aku dari kesusahan…
“Tidak. Penderitaan akan menjauhkanmu dari jerat duniawi dan mendekatkanmu pada-KU!”

Ya Allah, berikan aku segala hal yang menjadikanhidup ini nikmat…
“Tidak. AKU beri kau akal dan kalbu serta Al-Qu’ran, supaya kau dapat menikmati hidup!”
(Bahan Renungan Kalbu-Permadi Alisyahbana)

Lalu ada baiknya 5 perkara sebelum 5 perkara, apakah itu : .hidup sebelum mati,2.sehat sebelum sakit,3.waktu luang sebelum sibuk,4.muda sebelum tua,5.kaya sebelum miskin.”