PERAN DAN POTENSI USAHA KECIL DAN MENENGAH

Kondisi Usaha Kecil dan Menengah yang ada di Indonesia saat ini terdapat sebanyak 42 juta usaha mikro dan kecil dan 80% diantaranya bergerak dibidang pertanian. Sementara sektor menengah berjumlah 60.000 usaha dan sektor usaha besar hanya berjumlah sekitar 2.518 usaha. Potensi Usaha Kecil dan Menengah yang sebanyak itu, tentu saja memberikan dampak bagi Product Domestic Bruto (PDB) yang tidak sedikit bagi daerah dan pusat.

Peran Usaha Kecil dan Menengah dapat dilihat dari dua aspek yaitu peran terhadap penyerapan tenaga kerja yang besar karena sektor Usaha Kecil dan Menengah didominasi padat karya atau home industri dan peranan terhadap nilai ekspor. Selain itu, UKM begitu penting peranannya khususnya di Indonesia dimana jumlah tenaga kerja berpendidikan rendah dan aneka sumber alam sangat berlimpah, kapital terbatas pembangunan pedesaan masih terbelakang dan distribusi pendapatan tidak merata, sangat erat hubungannya dengan sifat umum kelompok Usaha Kecil dan Menengah.

Kondisi tersebut mempertegas pentingnya UKM di Indonesia dikembangkang sebagai motor penggerak ekonomi nasional. Pengembangan UKM  tidaklah serta merta dapat langsung berhasil sebab selain potensi maupun peluang yang cukup besar, pengembangan UKM di Indonesia masih banyak tantangan dan hambatan yang diharus di dikapi dengan cerdas. Untuk itu kita perlu menganalisa kekuatan, kelemahan, peluang serta tantangan yang di miliki UKM dalam usaha pengembangannya. Beberapa Kekuatan, Kelemahan, Peluang Serta Tantangan yang dimiliki Usaha Kecil Dan Menengah sebegai berikut :

  1. Kekuatan Usaha Kecil dan Menengah Usaha kecil dan menengah–industri dagang memiliki beberapa kekuatan potensial yang merupakan andalan yang menjadi basis pengembangan pada masa yang akan datang adalah : Penyediaan lapangan kerja peran usaha kecil dan menengah–industri dagang dalam penyerapan tenaga kerja patut diperhitungkan, diperkirakan maupun menyerap sampai dengan 50% tenaga kerja yang tersedia ; Sumber wirausaha baru keberadaan usaha kecil dan menengah selama ini terbukti dapat mendukung tumbuh kembangnya wirausaha baru; Memiliki segmen usaha pasar yang unik ; Melaksanakan manajemen sederhana dan fleksibel terhadap perubahan pasar; Memanfaatkan sumber daya alam sekitar, usaha kecil dan menengah industri–dagang sebagian besar memanfaatkan limbah atau hasil sampai dari industri besar atau industru yang lainnya ;Memiliki potensi untuk berkembang. Berbagai upaya pembinaan yang dilaksanakan menunjukkan hasil yang menggambarkan bahwa usaha kecil dan menengah industri dagang mampu untuk dikembangkan lebih lanjut dan mampu untuk mengembangkan sektor sektor lain yang terkait.
  1. Kelemahan Usaha Kecil dan Menengah yaitu masih terbatasnya kemampuan sumber daya manusia ; Kendala pemasaran produk sebagian besar pengusaha Usaha Kecil dan Menengah Industri – Dagang lebih memperioritaskan pada aspek produksi sedangkan fungsi-fungsi pemasaran kurang mampu dalam mengaseskannya, khususnya dalam informasi pasar dan jaringan pasar, sehingga sebagian besar hanya berfungsi sebagai tukang saja ; Kecenderungan konsumen yang belum mempercayai mutu produk Usaha Kecil dan Menengah Industri – Dagang; Kendala permodalan usaha sebagian besar Usaha Kecil dan Menengah Industri – Dagang memanfaatkan modal sendiri dalam jumlah yang relatif kecil. Disamping itu mereka menjual produknya secara pesanan dan banyak terjadi penundaan pembayaran.
  1. Tantangan Industri Kecil meliputi : Iklim usaha yang tidak kondusif, iklim usaha yang kondusif diwujudkan dalam adanya monopoli dalam bidang usaha tertentu, pengusha industri dari hulu ke hilir oleh industri besar berbagai peraturan yang tidak mendukung (Retribusi, perijinan dll.) ; Pemberlakuan berbagai standar nasional maupun internasional.

Selain hal-hal tersebut diatas permasalahan yang sering dihadapi oleh UKM adalah dalam pengelolalan Sistem keuangan dan pembukuan. Memang kita sadari bahwa disiplin melakukan pembukuan belum membudaya di Indonesia. Akibatnya, terkadang sangat sulit diketahui dengan pasti perkembangan usahanya. Usaha kecil menengah (UKM), pada umumnya masih banyak hanya melakukan pencatatan atas transaksi yang dilakukan. Biasanya yang dicatat, hanya menyangkut jumlah barang yang masuk (dibeli) dan yang keluar (dijual). Dengan kondisi ini, sulit diketahui dengan pasti besarnya penghasilan neto. Sehingga butuh waktu yang tidak sebentar, belum lagi keakuratannya. 

Beberapa alasan UKM yang sering kita dengar adalah masih enggan melaksanakan pembukuan. Pertama, penyediaan sarana dan prasarana pembukuan. Kedua, harus menyiapkan tenaga khusus pelaksananya. Ketiga, penggunaan uang yang tidak terstruktur antara untuk kegiatan usaha dengan keperluan pribadi. Keempat, tidak mau terlalu repot-repot dengan disiplin pembukuan. Dan kelima, adanya tambahan dana yang harus dikeluarkan. Dengan melakukan pembukuan yang baik dan benar maka akan memiliki laporan keuangan (neraca dan laba-rugi) yang baik pula, sehingga dengan mudah diketahui posisi penghasilan neto.

Dari hal-hal diatas setidaknya kita mendapat gambaran singkat dalam melihat peluang dan tantangan yang dihadapi Usaha Kecil dan Menengah, dengan harapan kita dapat mengambil langkah-langkah cerdas untuk menyiasiati dan memanfaatkan peluang dalam pengembangan Usaha kecil dan menengah.

About these ads

7 thoughts on “PERAN DAN POTENSI USAHA KECIL DAN MENENGAH

  1. Salam kenal shbt . . ? Artikelnya sangat bagus dan cukup buat referensi saya. Usaha sampingan/kecil apa saja jika dikerjakan dg ulet memang bisa berhasil.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s