Potensi Pemanfaatan Limbah Nenas Sebagai Bahan Baku Pembuatan Nata de Pina

Nanas (Ananas Comusus (L) Merr.) merupakan salah satu buah dari daerah tropika yang banyak diminati oleh masyarakat dunia. Produksi nenas dunia, 70 % dikonsumsi dalam bentuk buah segar dan 30 % dikonsumsi dalam bentuk nanas olahan, terutama nanas kaleng, juice dan konsentrat. Di Indonesia, nanas merupakan penghasil devisa terbesar pada kelompok komoditas buah-buahan dan olahannya. Ekspor nanas kaleng mampu mencapai US $ 80 juta atau sekitar 70 % dari total nilai ekspor buah dan produk buah (Rino Sinurat dan Yani Maulani, 2007).

Perkembangan teknologi budidaya pertanian yang diikuti oleh perkembangan industri pengolahan hasil pertanian seperti; pabrik nanas, dan pabrik lainnya sebagai pengolahan bahan baku primer menjadi produk akhir (berupa Juice), berpotensi sebagai penghasil limbah yang dapat bermanfaat bagi industri sekunder. Menurut Junjung Sianipar (2006) industri pengolahan buah nanas tiap jam dapat mengolah sebanyak 30 (tiga puluh) ton buah nanas segar, dan menghasilkan limbah sebanyak 50 – 65% atau sebesar 15 – 19,5 ton. Suatu potensi yang cukup besar apabila dapat dimanfaatkan menjadi produk yang dapat memberikan nilai tambah. Klik Di Sini Untuk Download Makalah Lengkap


About this entry