Kegiatan pembangunan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan hidup rakyat antara lain melalui pembangunan di bidang industri. Salah satu dampak dari pembangunan industri selain menghasilkan produksi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat juga akan menghasilkan limbah antara lain limbah bahan berbahaya beracun (B3). Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun atau disingkat limbah B3 adalah sisa suatu usaha dan/atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya dan beracun yang karena sifat dan/atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung dapat mencemarkan dan/atau merusakan lingkungan hidup, kesehatan, kelangsungan hidup manusia serta mahluk hidup lain.
Pertanian dapat kita sebut sebagai sektor dasar, yaitu sektor yang sangat berperan sebagai sector penghasil bahan baku baku sector lain. Dari masa budidaya hingga panen, pertanian tidak hanya menghasilkan produk-produk utama pertanian saja, tetapi juga menghasilkan produk buangan lain, yang masih belum banyak dimanfaatkan hingga saat ini (Djajadiningrat, S.T, Famiola, M., 2004). Padahal sebenarnya buangan-buangan dari hasil pertanian ini memiliki potensi yang sangat besar, karena pada umunya sampah/ buangan sektor pertanian merupakan bahan-bahan organik. Paling tidak hasil buangan seperti ini dapat dikembalikan lagi ke alam sebagai penambahan zat hara atau pupuk organic bagi tanah. Lebih luas lagi bila limbah-limbah tersebut dimanfaatkan kembali menjadi produk-produk yang memiliki nilai ekonomi tinggi sehingga memberikan nilai tambah baru dari produk samping (by product).
Peluang untuk memanfaatkan hasil samping sebagi upaya untuk memperoleh keuntungan secara ekonomi dan lingkungan sangat besar sekali. Melalui effisiensi dan penggunaan air dan energi, akan memberikan keuntungan dari sisi ekonomi bagi perusahaan. Salah satu konsep yang dikembangkan untuk mengoptimalkan sumber daya dan mengurangi sampah/ limbah yang dihasilkan dari suatu industri yaitu produksi bersih.
Pada makalah ini akan diulas mengenai implementasi produksi bersih (Cleaner Production) pada industri Pengolahan Minyak Kelapa. Mulai dari identifikasi peluang pertukaran hasil samping, pemanfaatan limbah hingga penerapan produksi bersih. Hal-hal yang dilakukan dalam produksi bersih ini adalah pencegahan polusi, pengurangan sumber daya, meminimalisasi sampah/ limbah, dan Eco-Efisiensi. Klik Di Sini Untuk Download Makalah Lengkap











