Arsip

Arsip untuk September, 2008

Masihkah Adakah Pemimpin Seperti ini ?

1Presiden Iran saat ini: Mahmoud Ahmadinejad,

ketika di wawancara oleh TV Fox (AS) soal kehidupan pribadinya: “Saat anda melihat di cermin setiap pagi, apa yang anda katakan pada diri anda?”
Jawabnya: “Saya melihat orang di cermin itu dan mengatakan padanya:”Ingat, kau tak lebih dari seorang pelayan, hari di depanmu penuh dengan tanggung jawab yang berat, yaitu melayani bangsa Iran .”
Berikut adalah gambaran Ahmadinejad, yang membuat orang ternganga:

1. Saat pertama kali menduduki kantor kepresidenan Ia menyumbangkan seluruh karpet Istana Iran yang sangat tinggi nilainya itu kepada masjid2 di Teheran dan menggantikannya dengan karpet biasa yang mudah dibersihkan.

2. Ia mengamati bahwa ada ruangan yang sangat besar untuk menerima dan menghormati tamu VIP, lalu ia memerintahkan untuk menutup ruang tersebut dan menanyakan pada protokoler untuk menggantinya dengan ruangan biasa dengan 2 kursi kayu, meski sederhana tetap terlihat impresive.
3. Di banyak kesempatan ia bercengkerama dengan petugas kebersihan di sekitar rumah dan kantor kepresidenannya.
2

4. Di bawah kepemimpinannya, saat ia meminta menteri2 nya untuk datang kepadanya dan menteri2 tsb akan menerima sebuah dokumen yang ditandatangani yang berisikan arahan2 darinya, arahan tersebut terutama sekali menekankan para menteri2nya untuk tetap hidup sederhana dan disebutkan bahwa rekening pribadi maupun kerabat dekatnya akan diawasi, sehingga pada saat menteri2 tsb berakhir masa jabatannya dapat meninggalkan kantornya dengan kepala tegak.

5. Langkah pertamanya adalah ia mengumumkan kekayaan dan propertinya yang terdiri dari Peugeot 504 tahun 1977, sebuah rumah sederhana warisan ayahnya 40 tahun yang lalu di sebuah daerah kumuh di Teheran. Rekening banknya bersaldo minimum, dan satu2nya uang masuk adalah uang gaji bulanannya.

6. Gajinya sebagai dosen di sebuah universitas hanya senilai US$ 250.

7. Sebagai tambahan informasi, Presiden masih tinggal di rumahnya. Hanya itulah yang dimilikinyaseorang presiden dari negara yang penting baik secara strategis, ekonomis, politis, belum lagi secara minyak dan pertahanan. Bahkan ia tidak mengambil gajinya, alasannya adalah bahwa semua kesejahteraan adalah milik negara dan ia bertugas untuk menjaganya.

8. Satu hal yang membuat kagum staf kepresidenan adalah tas yg selalu dibawa sang presiden tiap hari selalu berisikan sarapan; roti isi atau roti keju yang disiapkan istrinya dan memakannya dengan gembira, ia juga menghentikan kebiasaan menyediakan makanan yang dikhususkan untuk presiden.

3

9. Hal lain yang ia ubah adalah kebijakan Pesawat Terbang Kepresidenan, ia mengubahnya menjadi pesawat kargo sehingga dapat menghemat pajak masyarakat dan untuk dirinya, ia meminta terbang dengan pesawat terbang biasa dengan kelas ekonomi.

10. Ia kerap mengadakan rapat dengan menteri2 nya untuk mendapatkan info tentang kegiatan dan efisiensi yang sdh dilakukan, dan ia memotong protokoler istana sehingga menteri2 nya dapat masuk langsung ke ruangannya tanpa ada hambatan. Ia juga menghentikan kebiasaan upacara2 seperti karpet merah, sesi foto, atau publikasi pribadi, atau hal2 spt itu saat mengunjungi berbagai tempat di negaranya.

11. Saat harus menginap di hotel, ia meminta diberikan kamar tanpa tempat tidur yg tidak terlalu besar karena ia tidak suka tidur di atas kasur, tetapi lebih suka tidur di lantai beralaskan karpet dan selimut. Apakah perilaku tersebut merendahkan posisi presiden?
Presiden Iran tidur di ruang tamu rumahnya sesudah lepas dari pengawal2nya yg selalu mengikuti kemanapun ia pergi. Menurut koran Wifaq, foto2 yg diambil oleh adiknya tersebut, kemudian dipublikasikan oleh media masa di seluruh dunia, termasuk amerika.
4

12. Sepanjang sholat, anda dapat melihat bahwa ia tidak duduk di baris paling muka
5
13. Bahkan ketika suara azan berkumandang, ia langsung mengerjakan sholat dimanapun ia berada meskipun hanya beralaskan karpet biasa
6
14. Ia juga tidak mau bersalaman dengan wanita yang bukan muhrimnya, cukup menundukan kepala sebagai rasa hormat
7
Mudah-mudahan di pemilu yang akan datang kita akan memiliki Presiden seperti itu…

Categories: Artikel

Ingatkan Aku Tentang “Kawan”

Satu-satu persatu masa terlewati, tak terasa semua berlalu dan takkan pernah kembali. senyum tawa yang terukir saat bersama adalah saat-saat yan paling merindukan. Ingin rasanya kembali mengulang moment yang terbaik yang pernah kita lalui kawan. Walau hal itu mungkin tapi jarak dan waktu yang memisahkan kita, untuk bersama saat ini.

Perjuangan masih panjang, masih banyak mimpi yang akan kita raih dan belum terwujud. tapi yakinlah kita dapat mengulang saat-saat kebersamaan kia seperti dulu. Dimana pun kalian berada, aku pasti tetap membanggakan kalian dalam hidupku. Kalian adalah rangkaian warna dalam pelangi hidupku, walau berbeda tapi itulah keindahan kita.

“Saat-saat terbaik kita adalah saat kita bersama”

Friendster – Foto Panca – Picture 0132.jpg

Blogged with the Flock Browser
Categories: Catatan Harianku

Tugu Khatulistiwa

Tugu Khatulistiwa atau Equator Monument berada di Jalan Khatulistiwa, Pontianak Utara, Propinsi Kalimantan Barat. Lokasinya berada sekitar 3 km dari pusat Kota Pontianak, ke arah kota Mempawah.

Tugu ini menjadi salah satu ikon wisata Kota Pontianak dan selalu dikunjungi masyarakat, khususnya wisatawan yang datang ke Kota Pontianak.

Sejarah mengenai pembangunan tugu ini dapat dibaca pada catatan yang terdapat didalam gedung.

Catatan pada Tugu Khatulistiwa

Catatan pada Tugu Khatulistiwa

Dalam catatan tersebut disebutkan bahwa : Berdasarkan catatan yang diperoleh pada tahun 1941 dari V. en. W oleh Opzichter Wiese dikutip dari Bijdragen tot de geographie dari Chef Van den topographischen dienst in Nederlandsch- Indië : Den 31 sten Maart 1928 telah datang di Pontianak satu ekspedisi Internasional yang dipimpin oleh seorang ahli Geografi berkebangsaan Belanda untuk menentukan titik/tonggak garis equator di kota Pontianak dengan konstruksi sebagai berikut :

a. Tugu pertama dibangun tahun 1928 berbentuk tonggak dengan anak panah.

b. Tahun 1930 disempurnakan, berbentuk tonggak dengan lingkarang dan anak panah.

c. Tahun 1938 dibangun kembali dengan penyempurnaan oleh opzicter / architech Silaban. Tugu asli tersebut dapat dilihat pada bagian dalam.

d. Tahun tahun 1990, kembali Tugu Khatulistiwa tersebut direnovasi dengan pembuatan kubah untuk melindungi tugu asli serta pembuatan duplikat tugu dengan ukuran lima kali lebih besar dari tugu yang aslinya. Peresmiannya pada tanggal 21 September 1991.

Bangunan tugu terdiri dari 4 buah tonggak kayu belian (kayu besi), masing-masing berdiameter 0,30 meter, dengan ketinggian tonggak bagian depan sebanyak dua buah setinggi 3,05 meter dan tonggak bagian belakang tempat lingkaran dan anak panah penunjuk arah setinggi 4,40 meter.

Diameter lingkaran yang ditengahnya terdapat tulisan EVENAAR sepanjang 2,11 meter. Panjang penunjuk arah 2,15 meter.

Tulisan plat di bawah anak panah tertera 109o 20′ OLvGr menunjukkan letak berdirinya tugu khatulistiwa pada garis Bujur Timur.

Pada bulan Maret 2005, Tim Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melakukan koreksi untuk menentukan lokasi titik nol garis khatulistiwa di Kota Pontianak. Koreksi dilakukan dengan menggunakan gabungan metoda terestrial dan ekstraterestrial yaitu menggunakan global positioning system (GPS) dan stake-out [titik nol garis khatulistiwa dikoreksi]

Hasil pengukuran oleh tim BPPT, menunjukkan, posisi tepat Tugu Khatulistiwa saat ini berada pada 0 derajat, 0 menit, 3,809 detik lintang utara; dan, 109 derajat, 19 menit, 19,9 detik bujur timur

Sementara, posisi 0 derajat, 0 menit dan 0 detik ternyata melewati taman atau tepatnya 117 meter ke arah Sungai Kapuas dari arah tugu saat ini. Di tempat itulah kini dibangun patok baru yang masih terbuat dari pipa PVC dan belahan garis barat-timur ditandai dengan tali rafia.

Mengenai posisi yang tertera dalam tugu (0 derajat, 0 menit dan 0 detik lintang, 109 derajat 20 menit, 0 detik bujur timur), berdasarkan hasil pelacakan tim BPPT, titik itu terletak 1,2 km dari Tugu Khatulistiwa, tepatnya di belakang sebuah rumah di Jl Sungai Selamat, kelurahan Siantan Hilir.

Peristiwa penting dan menakjubkan di sekitar Tugu Khatulistiwa adalah saat terjadinya titik kulminasi matahari, yakni fenomena alam ketika Matahari tepat berada di garis khatulistiwa. Pada saat itu posisi matahari akan tepat berada diatas kepala sehingga menghilangkan semua bayangan benda-benda dipermukaan bumi. Pada peristiwa kulminasi tersebut, bayangan tugu akan “menghilang” beberapa detik saat diterpa sinar Matahari. Demikian juga dengan bayangan benda-benda lain disekitar tugu.

Peristiwa titik kulminasi Matahari itu terjadi setahun dua kali, yakni antara tanggal 21-23 Maret dan 21-23 September. Peristiwa alam ini menjadi event tahunan kota Pontianak yang menarik kedatangan wisatawan

Flickr: Search

Blogged with the Flock Browser
Categories: Catatan Harianku

Akhirnya Datang Juga

Marhaban Ya Ramadhan, akhirnya aku bertemu lagi dengan bulan Ramadhan tahun ini yang kebetulan  jatuh pada tanggal 1 september 2008 pada hari senin.  Alhamdulillah, ya Allah SWT aku bersyukur padamu atas nikmat Ramadhan yang telah kau karunia pada pada diriku ini sehingga aku dapat merasakan lagi bulan ramadhan yang penuh ampunan, berkah dan rahmat dalam keadaan sehat dan tak kurang satu apapun.

Hari ini adalah hari pertamaku puasa di bulan ramadhan 1429 H, dan juga merupakan puasa pertamaku di Kota Malang. Saur perdanaku tadi subuh lancar dan tertib, maklum mungkin bawaan lagi semangat-semangatnya puasa kali. Masalahnya, biasanya kau paling susah kalo di suruh bangun subuh, apalagi tadi malam aku tidurnya sudah larut malam. Tapi tadi waktu saur aku terbangun jam tiga subuh, mungkin karena udah di niatain tadi malam makanya ini mata terbuka otomatis jam tiga.

Inilah nasib jadi anak kost, mao saur aja harus beli dulu ke warung. Maklum karena biasanya kalo di rumah sendiri, bangun subuh makan telah siap tinggal makan nggak perlu keluar lagi cari makanan. Kalo gini mulai deh, ingat ma keluarga di rumah yang jauh di Pontianak. Kalo udah kayak gini, bawaanya sedih banget keingat saat makan bareng sama orang tua dan kakak-kakakku. Ternyata benar ya kata orang “Sesuatu itu akan sanagt berarti apabila kita telah kehilangan”. Sebenarnya ini bukan pertama kali aku puasa jauh dari keluarga soalnya dua dan tiga tahun yang lalu juga aku puasanya jauh dari keluarga, saat itu waktu aku masih kuliah S1 di Jogjakarta. Tapi yang namanya bulan puasa ini memang selalu menimbulkan rasa yang berbeda yang selalu membuat kita ingin dekat dengan orang-orang yang kita cintai.

Tadi pas saur mau makan aja ke ingat masakan ibu di rumah, membayangkan makanan-makanan khas saur ala rumah ku. Walau seadanya, tapi kami tak pernah merasa kekurangan, dan tetap senang.

Saur tadi subuh, aku makan telur dan tempe plus tahu. Untuk menutupi kangen keluarga di rumah aku makan bareng-bareng sama bang raian dan anhar kawan kost ku, lumayan jadi tidak sendiri. Walau hanya dengan makan mie instan tapi cukuplah bagi kami bertiga menunaikan ibadah sahur.

Habis saur, aku langsung nelpon ibuku. cuma ingin mengucapkan met makan sahur, duh senang banget bisa dengar suara Ibu walau lewat telpon.

Habis solat subuh, rencana ingin tidur lagi. Maklum balas dendam, niatnya pengen bangu agak siangam dikit mumpung lagi nggak ada jadwal kuliah hari ini. Tapi rencana itu gagal, tahu nggak kenapa? mata ini nggak mau di ajak kompromi, dipejami melek lagi. Namun aku coba untuk membujuknya dengan membaca buku, hal ini biasa lebih efektif dari pada obat tidur dan inilah senjata andalanku kalo susah tidur. karena kalo udah baca buku dikit aja, tunggu aja beberapa menit di jamin buku bakal menutup muka. Tapi tumben  hari ini, senajata andalanku tidak mampu menaklulkan mata ini dan akhirnya aku kalah sampai sejkarang jam tiga sore ini mataku nggak ngantuk-ngantuk.

Ya..cukup sekian dulu ceritaku, moga bisa jadi amal kebaikan. Mumpung di sini aku ingin mengucapakan “Selamat Menunaikan Ibadah Puasa” Moga diterima menjadi amal kebaikan. Amin

Categories: Catatan Harianku