Belajar Bijaksana
Percakapan Plotemeus (Raja Mesir) dengan Para Cendikiwan :
Tanya raja : “Katakanlah kepadaku, wahai bijaksana! Bagaimanan caranya agar seorang raja berhasil dalam pemerintahan?”
Jawab para bijaksana : “Dengan mengabdi ! kepada tuhan yang memerintahnya dan kepada rakyat yang diperintahnya.”‘
Tanya raja : Bagaimana caranya agar orang menambah hartanya?
Jawab Para Bijaksana : Dengan Memberi ! kepada orang-orang miskin yang membutuhkannya.
Tanya Raja : Bagaimana harus bersikap kepada musuh ?
Jawab para bijaksana : dengan mengampuni ! berbelas kasihan kepada mereka dan sabar terhadap mereka. sekali-kali jangan mendendam, apalagi mempergunakan kuasa untuk menghantam mereka.
Tanya Raja : Bagaimana seseorang penguasa mengalahkan musuh-musuhnya?
Jawab para bijaksana : dengan berdamai ! Mempercayai tuhan, bukan dengan tentara.
Tanya Raja : Bagaimana membuat mereka takut ?
Jawab Para Bijaksana : Dengan bersiap siaga. Waspada, namun jauh dari sikap curiga.
Tanya Raja : Bagaimana kita bersikap dalam kemalangan?
Jawab para bijaksana : dengan mengingat bahwa tak seorang pun di bumi ini yang tak pernah, sekali-kali pasti mengalaminya.
Tanya raja :Kapan kita dapat mengungkapkan kekuatan kita yang sejati di tengah kemalangan. bagaimana kita agar tetap jujur ?
jawab para bijaksana : Dengan menyadari betapa hinanya ketidak jujuran itu.
Tanya raja : Bagaimana agar orang dapat memupuk kejujuran itu ?
Jawab Para bijaksana : dengan menyadari bahwa kita memerlukan kesabaran orang lain.
tanya Raja : Bagaimana agar terhindar dari mengerjakan hal-hal yang tidak berguna ?
Jawab Para bijaksana : dengan menyadari bahwa, ia adalah orang yang berguna.
Tanya Raja : Apakah kesulitan yang paling besar seorang raja ?
Jawab Para Bijaksana: Memerintahkan diri sendiri.
Tanya raja : kepada siapa saja kita harus berbuat baik?
Jawab Para bijaksana : Kepada semua orang! karena kita juga ingin semua orang berbuat baik kepada kita.
Tanya Raja : Bagaimana kita dapat memperbaiki kesalahan kita ?
Jawab para bijaksana : dengan tidak melakukan kesalahan yang sama.
Tanya raja : apakah orang dapat berjumpa dengan kebenaran melalui pengetahuan?
Jawab para Bijaksana : Hanya melalui pengetahuan yang dapat membedakan yang benar dari yang salah.
Tanya Raja : Siapakah sahabat sejati ?
Jawab para bijaksana : Orang yang menghibur kita ketika jatuh, yang mengulurkan tangan ketika kita butuh, dan yang menegu ketika kita salah.
Tanya Raja : Bagaimana kita dapat menahan amarah ?
Jawab para bijaksana : dengan Menyadari akibat-akibatnya.
Tanya Raja : Bagaimana agar kita dihormati semua orang?
Jawab para bijaksana : dengan menghormati semua orang tanpa membedakan jabatan dan kedudukan.
Tanya Raja : Mengapa kebijaksanaan lebih berharga dari kekayaan?
Jawab Para Bijaksana : Sebab hanya kebijaksanaanlah yang mampu memberikan suka cita didalam hati dan kedamaian didalam jiwa.
Tanya Raja : Siapakah yang pantas kita ratapi?
Jawab para bijaksana : Bukan orang mati, sebab mereka tidak akan kembali, tetapi ratapilah orang yang masih hidup, ketika mereka begitu membutuhkan kita dan kita tidak mampu berbuat apa-apa.
Tanya raja : Siapakah yang paling pantas untuk menjadi jenderal ?
Jawab Para Bijaksana : Bukan yang paling mampu memenangkan peperangan, tetapi yang paling mampu mengusahakan perdamaian.
Tanya Raja : Bagaimana kita dijauhkan dari kesombongan?
Jawab Para Bijaksana : dengan menyadari selalu, betapa masih jauhnya kita dari tujuan.
Tanya raja : Mengapa begitu sedikit orang yang berusaha untuk mencari kebijaksanaan?
Jawab para bijaksana : sebab banyak orang cendrung memilih jalan pintas yang gampang walaupun menyesatkan.
Dengan kita belajar dan terus belajar, kita dapat lebih bijaksana dalam hidup.
About this entry
You’re currently reading “Belajar Bijaksana,” an entry on adha panca wardhanu
- Published:
- Juni 28, 2008 / 4:18 am
- Category:
- Artikel
- Tags:
- Bijaksana, moral, Motivasi, Pengembangan Diri








No comments yet
Jump to comment form | comments rss [?] | trackback uri [?]